Maskapai Qantas Pangkas Penerbangan Domestik dan Naikkan Harga Tiket

Maskapai penerbangan nasional Australia Qantas. Foto: Dok Airbus

Maskapai Qantas Pangkas Penerbangan Domestik dan Naikkan Harga Tiket

Richard Alkhalik • 14 April 2026 13:13

Sydney: Maskapai penerbangan nasional Australia Qantas resmi mengumumkan kebijakan pengurangan layanan penerbangan domestik sekaligus menaikkan harga tiket penumpang. Langkah penyesuaian ini diambil guna merespons lonjakan harga bahan bakar global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Untuk mengimbangi biaya operasional Grup Qantas yang makin berat, pihak maskapai menyatakan telah memangkas kapasitas penerbangan domestik sekitar lima persen pada kuartal keempat 2026. Kebijakan rasionalisasi rute ini berlaku untuk penerbangan Qantas dan juga maskapai berbiaya rendah anak usahanya, Jetstar.

“Grup ini bekerja sama erat dengan pemerintah dan pemasok bahan bakar jet yang terus memberikan keyakinan akan pasokan bahan bakar untuk sisa April dan hingga pertengahan Mei. Kami memantau situasi dengan cermat mengingat ketidakpastian yang terus berlanjut dalam rantai pasokan bahan bakar global,” kata dia, dikutip dari Xinhua, Selasa, 14 April 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok Airbus)

Dalam laporan pembaruan pasar terbarunya 14 April 2026, Grup Qantas merevisi proyeksi pengeluaran bahan bakar pesawat untuk paruh kedua 2026. Estimasi biaya bahan bakar melonjak dari 2,5 miliar dolar Australia atau sekitar USD1,77 miliar menjadi maksimal 3,3 miliar dolar Australia. Pembengkakan ini merupakan akibat dari krisis pasokan minyak global saat ini.

Kurangi rute internasional

Grup Qantas telah mengambil serangkaian langkah taktis untuk memitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap keuangan perusahaan. Selain menaikkan tarif tiket pesawat dan mengurangi frekuensi domestik, maskapai juga melakukan perombakan pada jaringan rute internasionalnya.

Merespons tren permintaan pasar yang masih sangat kuat untuk perjalanan menuju benua Eropa, Qantas memutuskan untuk mengalihkan sebagian kapasitas penerbangannya dari jaringan domestik dan rute Amerika Serikat. Kapasitas tersebut kini dialihkan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan yang lebih menguntungkan ke rute-rute Eropa, khususnya Paris dan Roma.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)