Gedung Isola yang merupakan cagar budaya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan
UPI Siap Terapkan PJJ untuk 15 Program Studi
Whisnu Mardiansyah • 8 April 2026 14:00
Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan kesiapan dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Langkah ini dalam rangka penciptaan budaya kerja yang lebih efisien untuk penghematan energi nasional.
"Secara kelembagaan, UPI sudah siap. Bahkan saat ini kami tengah merintis pengembangan program studi berbasis PJJ, dengan target hingga 15 program studi pada tahun ini," kata Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani, di Bandung seperti dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
Ahmad menjelaskan, implementasi PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah dan tidak dilakukan secara seragam. Menurutnya, mata kuliah teori dinilai lebih memungkinkan dilaksanakan secara daring. Sementara itu, mata kuliah praktik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka.
UPI juga akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap mata kuliah, dosen pengampu, serta kesiapan modul digital sebelum penerapan penuh dilakukan.
Dari sisi infrastruktur, UPI telah menyiapkan penguatan platform pembelajaran digital. Langkah ini meliputi pengembangan Sistem Pembelajaran Online Terpadu (SPOT) dan sistem pemantauan interaksi belajar.
Ahmad menambahkan, UPI saat ini tengah mendorong dosen untuk melengkapi materi pembelajaran digital. Materi tersebut mulai dari teks, video, tugas, hingga evaluasi.
"Tantangan utama bukan pada kebijakan, tetapi pada kesiapan konten pembelajaran digital. Modul harus lengkap dan interaksi dosen-mahasiswa harus terjamin agar PJJ berjalan efektif," katanya, Rabu, 8 April 2026.

Ilustrasi Pexels
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026. Surat edaran ini berisi penyesuaian pola kerja di lingkungan Kemdiktisaintek dan kegiatan akademik di perguruan tinggi.
"Ini juga tentu sebagai antisipasi jika nantinya krisis dunia itu berkepanjangan. Kemarin kita juga sudah mendapatkan analisis, bukan tidak mungkin krisis ini menyamai krisis karena pandemi covid-19," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Meskipun demikian, Mendiktisaintek Brian menekankan kebijakan penyesuaian pola kerja ini agar tidak mengganggu dan mengurangi kualitas proses pembelajaran.