8 April 2026 11:21
Surabaya: Dampak konflik Timur Tengah memberikan pengaruh besar terhadap keberlangsungan energi global, termasuk di Indonesia. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan sebagai upaya untuk menghemat energi, salah satunya dengan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi perguruan tinggi.
Kebijakan ini diumumkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui surat edaran resmi. Penerapannya bertujuan untuk melakukan transformasi budaya kerja di lingkungan kampus sekaligus upaya untuk menekan penggunaan energi di tengah konflik yang memanas.
Imbauan PJJ di perguruan tinggi berlaku bagi mahasiswa semester lima ke atas serta mahasiswa pascasarjana. Kebijakan ini menimbulkan respons yang beragam dari kalangan mahasiwa.
Salah satu mahasiswa, Nazar menilai penerapan PJJ dirasa tidak mampu untuk menggantikan efektivitas interaksi langsung di ruang kelas. Sehingga meski dapat menghemat energi, kualitas pendidikan berpotensi terganggu dengan kebijakan ini.
"Kalau untuk efektivitas mungkin Saya kurang setuju karena namanya kita mahasiswa itu mendapatkan pengetahuan dari kelas itu masih minim, apalagi nanti diterapkan kebijakan PJJ ini," ungkap Nazar, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 8 April 2026.
| Baca Juga: Kampus Didorong PJJ Proporsional untuk Efisiensi dan Ubah Pola Kerja |