Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Wamenkes: CKG dan Inovasi Jadi Harapan dalam Mengeliminasi TBC
Anggi Tondi Martaon • 7 April 2026 16:17
Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) dilakukan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta inovasi. Sebab, Indonesia mencatat lebih dari satu juta kasus TBC setiap tahunnya dan menjadi negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.
“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujar Benjamin dikutip dari Antara, Selasa, 7 April 2026.
Benjamin menyampaikan, pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini masif. Termasuk Program CKG dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada tahun 2026.
Benjamin menyampaikan, tetap ada melalui inovasi, dengan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TBC, dan 18 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan guna tindak lanjut.
Dia mengatakan sebanyak dua orang terinfeksi TBC setiap menit. Bahkan, satu orang meninggal dunia di Indonesia setiap empat menit akibat TBC.
Oleh karena itu, pemerintah juga memperkuat strategi lain. Yakni, pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TBC, serta penguatan peran masyarakat dan kader kesehatan.
Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia Setiawan Jati Laksono menilai perlunya dukungan global untuk terus diperkuat. Dia menyebutkan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC dunia.
Data menunjukkan pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TBC pada orang tanpa HIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.
“TBC masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,” kata Setiawan.

Ilustrasi tuberkulosis (TBC). Foto: Medcom.id.
WHO juga menyoroti tantangan besar, seperti kasus yang belum terdiagnosis, TBC resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menjalin kerja sama lintas lembaga guna memperkuat pencegahan, seperti dengan merenovasi rumah bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), agar rumah memiliki ventilasi yang baik sehingga menghadang pertumbuhan kuman TBC.
Selain itu, katanya, bekerja sama untuk pemberian gizi yang baik guna peningkatan imunitas tubuh agar dapat melawan kuman penyebab TBC.