Ilustrasi kegiatan belajar mengajar. Foto- dok MI/Ramdani
Kebijakan PJJ Dinilai Bentuk Respons Cepat DKI atas Dampak Sebaran Abu Vulkanik
Metro TV • 7 September 2026 02:30
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi anak sekolah di seluruh wilayah Jakarta mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk respons cepat serta antisipasi Pemprov DKI terhadap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah di Jakarta sudah diputuskan oleh Bapak Gubernur Pramono Anung untuk dilakukan. Berlaku sampai dibutuhkan. Kalau dampak erupsi selesai, aktivitas belajar akan kembali normal,” ujar Sekretaris Daerah, Uus Kuswanto, di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 6 September 2026.
Selain memberlakukan PJJ, Pemprov DKI menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Namun, kebijakan tersebut masih diselaraskan melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Untuk layanan gawat darurat, Pemprov DKI menyediakan layanan call center Jakarta Siaga 112. Layanan ini beroperasi selama 24 jam.
Penyemprotan Water Mist
Dalam penanganan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI melakukan penyiraman water mist berkala pada pagi atau sore di sejumlah koridor utama wilayah Jakarta, termasuk Sudirman-Thamrin, Yos Sudarso, Rasuna Said, hingga Slipi. Sebanyak 30-40 armada dikerahkan untuk melakukan penyemprotan water mist.
Penyiraman water mist dilakukan untuk pencegahan serta membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara. Kegiatan ini juga dilakukan guna menjaga kualitas udara di ruang aktivitas masyarakat.
“Sehingga ini diharapkan dengan adanya water mist, masyarakat bisa meminimalisir terjadinya dampak dari abu vulkanik,” ujar Uus.
Puluhan armada gabungan dikerahkan untuk melalukan kegiatan water mist secara masif di seluruh wilayah Jakarta. Metro TV/Arini Noviawati Gunawan
Uus menyebut perangkat daerah juga telah diminta siap siaga melakukan langkah-langkah terbaik untuk masyarakat.
“Kegiatan ini terus dilakukan sampai sudah tidak diperlukan lagi dan insyaallah akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta,” kata Uus.
(Arini Noviawati Gunawan)