Jejak Transisi Energi Dunia dari Batu Bara hingga Energi Terbarukan

Ilustrasi transisi energi. Foto: e2consulting.co.id

Jejak Transisi Energi Dunia dari Batu Bara hingga Energi Terbarukan

Husen Miftahudin • 6 September 2026 19:30

Jakarta: Penggunaan energi terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Batu bara yang sebelumnya mendominasi kebutuhan energi dunia perlahan mulai diikuti dengan penggunaan minyak bumi, gas, hingga energi terbarukan.

Melansir Instagram resmi @pertaminagas, Minggu, 6 September 2026, pada periode 1880 hingga 1900, dunia tengah memasuki Revolusi Industri Kedua. Pada masa tersebut, lebih dari 90 persen kebutuhan energi masih bergantung pada batu bara.

Di tengah tingginya penggunaan batu bara, Gunung Krakatau mengalami letusan besar pada 27 Agustus 1883. Letusan tersebut diperkirakan menghasilkan energi setara 200 megaton TNT atau sekitar 13 ribu kali lebih kuat dibandingkan bom Hiroshima.

Suara letusan bahkan disebut terdengar hingga sekitar 4.800 kilometer dari lokasi kejadian, termasuk Australia dan Mauritius. Letusan tersebut juga memberikan dampak terhadap kondisi atmosfer. Partikel vulkanik naik hingga ketinggian sekitar 80 kilometer dan menyebar ke berbagai wilayah dunia.

Akibatnya, suhu rata-rata global disebut mengalami penurunan sekitar 1,2 derajat Celsius selama lima tahun setelah letusan.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap sumber energi yang lebih stabil. Sejumlah inovasi kemudian mulai berkembang, mulai dari peningkatan efisiensi mesin uap, penggunaan listrik secara komersial, hingga minyak bumi yang mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif.
 

 

Perkembangan energi dunia


Pada akhir abad ke-19, sejumlah teknologi mulai berkembang pada periode tersebut, mulai dari mesin uap yang semakin efisien hingga penggunaan listrik secara komersial. Minyak bumi juga mulai digunakan sebagai alternatif di tengah dominasi batu bara.

Perkembangan sumber energi tersebut turut diikuti dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung proses distribusi. Jalur kereta digunakan untuk mengangkut batu bara dan bahan bakar, sementara jaringan pipa mulai dikembangkan untuk menyalurkan minyak dan gas.



(Ilustrasi transisi energi. Foto: dok Koaksi Indonesia)
 

Transisi menuju energi bersih


Seiring berjalannya waktu, penggunaan energi semakin beragam. Minyak dan gas bumi mulai mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan industri yang sebelumnya banyak bergantung pada batu bara.

Infrastruktur energi juga terus berkembang. Distribusi energi yang sebelumnya menggunakan jalur kereta kemudian berkembang melalui jaringan pipa minyak dan gas hingga infrastruktur liquefied natural gas (LNG).

Kini, perkembangan sektor energi mulai mengarah pada pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih. Energi terbarukan mulai dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi.

Perubahan tersebut membuat sumber energi yang digunakan masyarakat semakin beragam, mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi, hingga energi terbarukan. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Husen Miftahudin)