Gempa Magnitudo 5,4 Cilacap, BPBD Masih Pantau Dampak Kerusakan

Peta lokasi gempa bermagnitudo 5,4 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Jumat, 4 September 2026. ANTARA/HO-BMKG

Gempa Magnitudo 5,4 Cilacap, BPBD Masih Pantau Dampak Kerusakan

Deny Irwanto • 4 September 2026 14:37

Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus memantau dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang terjadi di wilayah tenggara Cilacap, Jumat, 4 September 2026. Hingga berita ini dibuat, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan pemantauan dan koordinasi dengan sejumlah pihak terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan dampak gempa di wilayah tersebut.

"Pantauan sementara yang kami lakukan, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan akibat gempa," kata Taryo di Cilacap seperti dilansir Antara.

Taryo mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 12.04.59 WIB. Gempa berlokasi pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur atau sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap. Gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer.


Peta lokasi gempa bermagnitudo 5,4 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Jumat, 4 September 2026. ANTARA/HO-BMKG

Menurut Taryo, BPBD Kabupaten Cilacap terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kemungkinan dampak yang ditimbulkan akibat gempa.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengutamakan informasi dari sumber resmi untuk menghindari kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi," jelas Taryo.

Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah


Sementara berdasarkan informasi dari anggota grup WhatsApp Masyarakat Pemerhati Info BMKG, guncangan gempa magnitudo 5,4 tersebut dirasakan di sejumlah wilayah. Getaran dilaporkan terasa di Solo, Banyumas, Wonosobo, dan Pekalongan.

BPBD Kabupaten Cilacap masih memantau kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap tenang. Warga juga diminta mengandalkan informasi dari sumber resmi untuk mengetahui perkembangan situasi gempa.



(Deny Irwanto)