Salah satu properti yang dipamerkan di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie.
Survei: 85,2% Pengunjung Pertimbangkan Akses Transportasi saat Pilih Hunian
Eko Nordiansyah • 2 September 2026 11:23
Jakarta: Konsep hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang berdekatan dengan akses transportasi umum, kini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang tengah mencari hunian.
KAI Properti melakukan survei selama berlangsunya Danantara Housing Expo 2026. Dalam survei tersebut 85,2 persen responden mempertimbangkan kedekatan hunian dengan stasiun maupun transportasi umum.
Survei tersebut melibatkan 1.171 responden selama pameran yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan hasil tersebut menunjukkan konektivitas menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian dari pengunjung pameran.
“Antusiasme terhadap Maraya Residences selama Danantara Housing Expo 2026 menjadi respons positif bagi kami. Dari interaksi dengan pengunjung, lokasi dan konektivitas menjadi aspek yang banyak mendapatkan perhatian,” ujar Bramantya dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan terhadap konektivitas tersebut sejalan dengan pengembangan Maraya Residences di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Hunian yang dikembangkan KAI Properti tersebut berada sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai.

(KAI Properti di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan)
Tipe hunian turut jadi perhatian
Selain akses transportasi, pilihan tipe hunian turut menjadi perhatian responden. Berdasarkan survei yang sama, sebanyak 59,4 persen responden memilih unit dengan dua kamar tidur.Sementara itu, dari 1.171 responden yang mengikuti survei, sebanyak 956 orang atau 81,6 persen menyatakan minat terhadap Maraya Residences.
“Kami ingin pengembangan Maraya Residences dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman sekaligus mendukung mobilitas sehari-hari. Kedekatan antara tempat tinggal dan transportasi publik menjadi salah satu nilai yang kami hadirkan melalui pengembangan ini,” tambah Bramantya.
Maraya Residences direncanakan memiliki 1.276 unit yang terdiri dari 770 unit tipe studio, 198 unit tipe 36, dan 308 unit tipe 45. Pembangunan hunian tersebut ditargetkan berlangsung sekitar 18 bulan.
Targetkan hunian TOD dalam 18 bulan
KAI Properti menargetkan pembangunan tahap pertama Maraya Residence di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, rampung dalam waktu 18 bulan setelah proses groundbreaking.KAI Properti bertindak sebagai pengembang setelah mendapat penugasan dari perusahaan induknya, PT Kereta Api Indonesia (Persero). Proyek yang sebelumnya dikenal sebagai proyek Manggarai tersebut kemudian dikembangkan dengan nama Maraya Residence.
Pemilihan lokasi di sekitar Stasiun Manggarai dirancang untuk mendukung konsep transit oriented development (TOD). Kawasan tersebut memiliki konektivitas transportasi yang menghubungkan KRL, kereta jarak jauh, hingga kereta bandara. Lokasinya yang berada di sekitar jaringan transportasi publik juga menempatkan proyek tersebut sebagai salah satu pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan kawasan di sekitar simpul transportasi sekaligus optimalisasi aset KAI. Maraya Residence ditawarkan mulai sekitar Rp294 juta untuk tipe studio. Selain tipe studio, KAI Properti juga menyediakan sejumlah tipe hunian dengan ukuran lebih besar. (Selsha Septifanie Gunawan)