Kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.
Sambut Kloter Pertama, Kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok Disterilkan
Silvana Febiari • 20 April 2026 18:28
Mataram: Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai melakukan persiapan intensif dengan mensterilkan kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok di Jalan Lingkar Selatan Mataram. Langkah ini dilakukan untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama, Selasa, 21 April 2026.
"Mulai hari ini, tim gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, camat dan lurah, sudah melakukan persiapan di kawasan tersebut," kata Asisten I Sekda Kota Mataram Lalu Martawang, dilansir dari Antara, Senin, 20 April 2026.
Dalam koordinasi bersama kepolisian, camat, dan lurah setempat, diputuskan bahwa median jalan di depan Asrama Haji harus bebas dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) musiman. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta mencegah penyempitan akses, mengingat bus besar dari berbagai kabupaten/kota di NTB akan melintas di jalur tersebut.
?"Saya minta hari ini sudah dilakukan penataan arus lalu lintas. Median jalan dipastikan steril dari lapak PKL untuk memperhatikan keselamatan pedagang, pengantar jemaah, dan jemaah yang akan masuk asrama dengan bus-bus besar," ungkapnya.
Pemerintah juga telah memetakan lokasi parkir bagi para pengantar jemaah. Camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memanfaatkan lahan kantor pemerintah maupun area milik swasta di sekitar lokasi agar tidak terjadi kepadatan kendaraan di badan jalan.

Ilustrasi haji. Foto: Antara
Dia mengatakan beberapa poin penting dalam pengaturan di lapangan meliputi sterilisasi radius 100 meter dari asrama haji. Dalam radius tersebut, kendaraan dilarang parkir di badan jalan, baik ke arah timur maupun barat dari gerbang asrama haji.
Untuk PKL musiman, katanya, akan diarahkan agar tetap tertib dan terkontrol dengan memanfaatkan trotoar agar tidak mengganggu pejalan kaki. Selain itu, pemerintah kota mengantisipasi kebutuhan pengantar yang menginap, termasuk penyediaan akses fasilitas sanitasi (MCK) dan tempat salat sebab pengantar tidak bisa masuk area asrama.
"Upaya antisipasi yang kami lakukan itu, diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman, serta memastikan pelayanan publik di jalur transportasi Lingkar Selatan tetap berjalan normal selama musim keberangkatan dan kepulangan haji," ujarnya.