Korsel Hadapi Dilema AS–Tiongkok, Peran Negara Middle Power Jadi Sorotan

Moon Chung-in menyebut Korea Selatan menghadapi dilema persaingan AS dan Tiongkok. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)

Korsel Hadapi Dilema AS–Tiongkok, Peran Negara Middle Power Jadi Sorotan

Willy Haryono • 14 April 2026 19:07

Jakarta: Korea Selatan menghadapi dilema strategis di tengah persaingan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, mencerminkan tantangan yang juga dihadapi negara-negara kekuatan menengah (middle powers) dalam tatanan global saat ini.

Hal tersebut disampaikan pakar keamanan senior asal Korea Selatan, Moon Chung-in, dalam Middle Powers Conference 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Moon menjelaskan, Korea Selatan berada dalam posisi “sandwich” di antara dua kekuatan besar. Di satu sisi, negara tersebut bergantung pada aliansi keamanan dengan AS, sementara di sisi lain memiliki ketergantungan ekonomi yang kuat terhadap Tiongkok.

Menurutnya, dinamika ini semakin kompleks seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan Washington, yang memicu perdebatan internal di Korea Selatan terkait arah kebijakan luar negeri.

Meski demikian, mayoritas publik dinilai mendukung pendekatan penyeimbangan, yakni mempertahankan kerja sama keamanan dengan AS sekaligus menjaga hubungan ekonomi dengan Tiongkok.

Pendekatan ini mencerminkan strategi khas negara middle power yang berupaya mengoptimalkan kepentingan nasional tanpa terjebak dalam blok kekuatan besar.

Sebagai langkah ke depan, Moon mengusulkan konsep “diplomasi transenden” yang menekankan pemulihan norma dan prinsip internasional sebagai dasar kerja sama global.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antar negara kekuatan menengah, termasuk melalui forum MIKTA yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

“Kita perlu bekerja sama untuk memulihkan norma, prinsip, dan aturan internasional dalam kerja sama global,” ujarnya.

Moon menilai, kerja sama kolektif antar middle powers menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dunia di tengah rivalitas kekuatan besar yang semakin intens. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Negara Middle Power Didorong Lebih Mandiri di Kancah Global Tanpa Tergantung ke AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)