Ilustrasi. Foto: dok MI.
Integrasi ESG Perkuat Strategi Bisnis Infrastruktur Berkelanjutan
Husen Miftahudin • 29 October 2026 12:02
Jakarta: Integrasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) menjadi bagian penting dalam strategi bisnis dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Penerapan prinsip tersebut mencakup pengelolaan dampak lingkungan, peningkatan keselamatan kerja, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian PT PP (Persero) Tbk atau PTPP dalam ajang Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026. Perusahaan konstruksi dan investasi nasional tersebut meraih penghargaan kategori Infrastruktur–Konstruksi Berat dengan skor tertinggi di antara 15 perusahaan konstruksi yang dinilai, termasuk BUMN Karya.
Dalam penilaian tersebut, perusahaan mencatatkan skor 100 pada aspek Strategi Transisi Iklim dan Pemasok/Vendor, serta skor 82,9 pada aspek Tata Kelola Keberlanjutan.
"Pencapaian KESGI Award 2026 menjadi dorongan bagi PTPP untuk terus memperkuat penerapan ESG secara konsisten, mulai dari strategi transisi iklim dan pengelolaan rantai pasok hingga tata kelola keberlanjutan," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2026.

(Ilustrasi. Foto: dok PTPP)
Strategi transisi iklim dan efisiensi sumber daya
Penerapan ESG menjadi salah satu pendekatan perusahaan untuk memperkuat kesiapan menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi dan material dalam kegiatan konstruksi.
Melalui Roadmap ESG 2024–2028, perusahaan memperkuat pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang mencakup Scope 1, Scope 2, dan Scope 3. Penerapan prinsip keberlanjutan juga diperluas ke anak usaha.
Pada aspek lingkungan, upaya tersebut dilakukan melalui penerapan konstruksi hijau, efisiensi sumber daya, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta pemanfaatan energi secara lebih berkelanjutan. Perusahaan juga mengembangkan proyek bangunan hijau dengan mengacu pada standar dan sertifikasi nasional maupun internasional.
"Kami berkomitmen menghadirkan praktik konstruksi yang bertanggung jawab dan infrastruktur yang memberikan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan," tegas Joko menambahkan.
Melalui Roadmap ESG 2024–2028, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan pelaksanaan proyek. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung daya saing perusahaan sekaligus pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.