Potensi Pasar Elektronik Bekas Besar, Ponsel dan Laptop Jadi Incaran

Chief Operation Officer JBA Indonesia Deni Gunawan. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah

Potensi Pasar Elektronik Bekas Besar, Ponsel dan Laptop Jadi Incaran

Eko Nordiansyah • 29 October 2026 15:47

Jakarta: Pasar elektronik bekas dinilai memiliki potensi besar seiring tingginya penggunaan perangkat digital dan perputaran barang yang relatif cepat, terutama pada kategori ponsel pintar atau smartphone dan laptop. Perangkat yang tidak lagi digunakan pemiliknya masih memiliki nilai ekonomi dan dapat kembali diperdagangkan melalui berbagai saluran penjualan.

Chief Operation Officer JBA Indonesia Deni Gunawan mengatakan potensi pasar elektronik bekas jauh lebih besar dibandingkan otomotif jika dilihat dari volume dan kecepatan perputaran barang. Penggunaan ponsel yang luas serta kebiasaan masyarakat mengganti perangkat secara berkala menjadi salah satu faktor yang mendorong potensi tersebut.

”Kalau ditanya market-nya seberapa besar, ini (elektronik) sangat besar. Potensinya jauh lebih besar daripada otomotif karena perputarannya lebih cepat. Kalau bicara volume, pasti lebih besar. Perputarannya juga lebih cepat karena orang yang mau membeli mobil dengan nilai ratusan juta rupiah mungkin masih berpikir berkali-kali. Sementara, kalau membeli handphone dengan nilai Rp1 juta sampai Rp5 juta atau bahkan ratusan ribu rupiah, mungkin orang lebih berani untuk mencoba,” ucap Deni dalam acara Peluncuran Bidwin di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut dia, potensi tersebut berkaitan dengan jumlah perangkat yang beredar di masyarakat. Dengan populasi Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta penduduk, penggunaan ponsel yang luas membuka peluang perputaran barang bekas dalam jumlah besar. Potensi itu juga berasal dari kategori elektronik lain, seperti laptop dan komputer.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Ponsel dan laptop jadi incaran lelang elektronik

Deni menyebut ponsel dan laptop menjadi barang yang paling banyak dicari dalam lelang elektronik. Ponsel sendiri dinilai memiliki potensi besar karena digunakan secara luas dan dapat diganti secara berkala. Selain kedua barang tersebut, barang elektronik lain seperti komputer, mesin fotokopi, hingga generator set juga dapat dilelang.

”Yang paling banyak handphone, selain itu laptop. Laptop itu juga banyak dicari. Tapi, sebenarnya kami menerima semua barang. Kalau mesin fotokopi, pernah kami lelang. Printer juga pernah, bahkan genset pun ada,” ucap dia.

Selain berasal dari kepemilikan individu, pasar elektronik bekas juga mencakup aset perusahaan. Perangkat yang tidak lagi digunakan dalam kegiatan operasional masih dapat dijual kembali sehingga pemiliknya memiliki alternatif untuk memperoleh nilai ekonomi dari aset tersebut.

Deni mengatakan setiap barang yang diterima pihaknya akan melalui proses inspeksi. Informasi hasil pemeriksaan kemudian disampaikan kepada calon pembeli agar mereka dapat mengetahui kondisi dan fungsi perangkat sebelum mengikuti lelang.

Besarnya potensi pasar elektronik bekas pun berkaitan dengan jumlah barang yang dapat diperdagangkan kembali. Namun, untuk mengukur skala ekonominya secara konkret, diperlukan data mengenai volume penjualan dan nilai transaksi elektronik bekas di Indonesia. (Tiaranissa Juliansyah)

(Eko Nordiansyah)