Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Kampanyekan Ruang Inklusif Bagi Anak Down Syndrome

Pentas seni dalam agenda jalan sehat kampanye Down syndrome oleh POTADS. Metrotvnews.com/Afifah Alfina

Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Kampanyekan Ruang Inklusif Bagi Anak Down Syndrome

Achmad Zulfikar Fazli • 1 November 2026 10:21

Jakarta: Perhimpunan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) menggelar kegiatan jalan sehat sebagai ruang kampanye kesadaran publik terkait anak dengan down syndrome. Sebanyak 500 anak dengan down syndrome dengan orang tuanya berpartisipasi dalam agenda ini.

“Biasa kebanyakan sih dua orang (tua), ibu dan bapaknya gitu. Jadi ya sekitar bisa hampir 1.000-an ya, 1.000-an lebih. (Ditambah) 250 volunter dari pekerja, dari mahasiswa, komunitas, dan dari pelajar,” kata Ketua Umum POTADS, Eliza Octavianti Rogi, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 1 November 2026.

Tema kegiatan yang diusung adalah Together against Loneliness. Eliza mengungkapkan tema tersebut dibawa dengan misi sosial untuk mematahkan stigma keterasingan yang kerap dialami individu down syndrome di tengah masyarakat. 

“Jadi bahwa bersama melawan kesepian, kami melihat anak-anak kami ini masih dibayang-bayangi dengan keterasingan, kesendirian. Karena mereka jarang dilibatkan, bahkan mereka ditolak kehadirannya, mereka juga tidak dianggap keberadaannya. Bahkan mereka diperlakukan semena-mena,” terang Eliza.

Melalui agenda ini, POTADS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah stigma negatif dan mulai mengapresiasi potensi besar yang dimiliki oleh setiap anak dengan down syndrome.

“Anak-anak kami ini bukan beban, kok. Mereka adalah amanah istimewa yang membuat hidup kita menjadi lebih berwarna, menjadi lebih bermakna. Jadi kami ingin membagikan rasa itu kepada semua orang. Bahwa semua orang harus tahu anak-anak ini mereka sama hebatnya, mereka punya potensi, punya perasaan juga,” jelas Eliza.

Pentas seni dalam agenda jalan sehat kampanye Down syndrome oleh POTADS. Metrotvnews.com/Afifah


Eliza berharap pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama membangun ekosistem yang ramah serta memberikan ruang inklusif tanpa diskriminasi bagi para penyandang down syndrome. Dukungan kolektif sangat esensial untuk memastikan setiap anak istimewa mendapatkan hak-hak hidup yang layak. 

“Kami berharap pemerintah itu bisa, negara bisa hadir lebih tegas memberikan perlindungan hukum, perlindungan sosial juga supaya anak-anak kami ini mereka tidak diabaikan,” ujar Eliza.

Selain jalan sehat, panggung pertunjukkan yang diisi penampilan anak-anak down syndrome menjadi daya tarik utama. Berbagai talenta ditunjukkan di atas pentas, mulai dari seni tari, pertunjukan musik, hingga kebolehan mengolah kopi sebagai barista.

Unjuk bakat ini sebagai upaya untuk membuktikan dengan bimbingan dan kesempatan yang setara, anak-anak istimewa mampu menguasai keterampilan kerja serta tampil percaya diri di depan publik.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)