Foto: Freepik
Instagram Uji Coba Video Panjang Berdurasi 90 Menit, Siap Saingi YouTube
Muhamad Marup • 30 October 2026 15:52
Jakarta: Instagram mulai menguji fitur video berdurasi panjang hingga 90 menit. Melalui fitur bernama Features, platform milik Meta ini membuka kesempatan bagi kreator untuk mengunggah siniar (podcast), wawancara, komedi, dan konten lain yang membutuhkan durasi lebih panjang.
Pengumuman tersebut disampaikan Head of Instagram Adam Mosseri melalui akun Instagram pribadinya, @mosseri, pada 26 Oktober 2026. Dalam unggahannya, ia membagikan percakapan bersama Vice President of Product Instagram, Tessa Lyons, mengenai pengembangan format video baru tersebut.
Mosseri menyebut Instagram sedang mencoba video berdurasi lebih panjang agar kreator memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan cerita.
"Kami sedang menguji video berdurasi lebih panjang dan format baru di Instagram agar kreator memiliki lebih banyak ruang untuk menceritakan kisah mereka," tulis Mosseri.
Gandeng Puluhan Ribu Kreator
Dilansir dari The Hollywood Reporter, Instagram mulai menguji Features pada 26 Oktober 2026 kepada sejumlah kreator di Amerika Serikat. Sebelumnya, perusahaan telah mencoba fitur tersebut bersama kreator di Brasil.Features memungkinkan kreator mengunggah video horizontal dengan durasi maksimal 90 menit. Format ini ditujukan untuk podcaster, komedian, kreator wawancara, dan pembuat konten lain yang membutuhkan durasi lebih panjang.
Beberapa kreator yang mengikuti pengujian awal antara lain pembawa podcast sekaligus salah satu pendiri Skims, Emma Grede, kreator kecantikan dan fesyen Monet McMichael, Preston Rakovsky yang membuat konten wawancara, serta kreator sepak bola Donald De La Haye.
Instagram juga berencana memperluas pengujian kepada puluhan ribu kreator di Amerika Serikat. Video Features nantinya dapat ditemukan melalui halaman Explore dan sejumlah bagian lain di aplikasi.
Reels Masih Dipertahankan
Ilustrasi. dok Pexels.
Instagram tetap mempertahankan Reels sebagai salah satu cara pengguna menemukan konten. Bedanya, video pendek tersebut nantinya dapat mengarahkan penonton ke video berdurasi panjang yang dibuat oleh kreator yang sama.
Tessa Lyons menjelaskan bahwa pengguna bisa menemukan potongan podcast melalui Reels, kemudian melanjutkan tontonan ke video lengkap tanpa harus mencari unggahan tersebut secara terpisah.
Dengan cara ini, Reels dapat membantu kreator menjangkau penonton baru, sedangkan Features menyediakan tempat untuk menikmati konten secara utuh.
Persaingan dengan YouTube
Pengembangan Features membuat Instagram semakin serius memasuki pasar video panjang yang selama ini menjadi salah satu kekuatan YouTube.Dilansir dari Los Angeles Times, Meta sedang memperluas produk video Instagram untuk bersaing lebih agresif dengan YouTube dan TikTok. Perusahaan juga ingin memperkuat posisinya dalam industri hiburan digital.
Persaingan tersebut tidak hanya pada durasi video, tetapi juga kemampuan platform mempertahankan penonton dan menarik kreator.
YouTube telah memiliki program bagi hasil iklan yang memberikan 55 persen pendapatan iklan kepada kreator yang memenuhi persyaratan. Sementara itu, Instagram masih mengembangkan pendekatan monetisasi untuk Features.
Kerja Sama Iklan
Instagram tidak mewajibkan kreator yang mengikuti pengujian Features untuk mengunggah video secara eksklusif di platform tersebut. Kreator tetap dapat memublikasikan konten yang sama di platform lain.Lyons menjelaskan bahwa kreator yang sudah memiliki kerja sama dengan merek dapat membawa penempatan iklan dan konten bersponsor ke video Features.
"Bagi kreator yang sudah memiliki hubungan kerja sama tersebut, mereka dapat membawa konten beserta penempatan iklannya. Kami juga melihat peluang besar untuk membantu kreator yang belum memiliki jaringan dan dukungan bisnis seperti itu," ujar Lyons.
Instagram juga sedang menjajaki sejumlah kerja sama dengan kreator yang mengikuti pengujian awal. Dengan demikian, perusahaan ingin membuka peluang pendapatan bagi kreator yang sudah memiliki mitra merek maupun yang baru mulai membangun kerja sama komersial.
Hadir di Instagram TV
Features tidak hanya dirancang untuk ditonton melalui ponsel. Instagram juga ingin membawa pengalaman menonton video panjang ke layar televisi melalui Instagram for TV.Lyons menilai layar televisi lebih sesuai untuk menikmati video horizontal berdurasi panjang. Karena itu, Instagram memperkirakan pengguna akan lebih banyak menikmati konten tersebut melalui layar besar. Instagram for TV sebelumnya tersedia melalui Samsung, Fire TV, dan Google TV. Pada 26 Oktober 2026, layanan tersebut juga mulai diperluas ke Apple TV di Amerika Serikat.
Pengembangan Video Berseri dan Live
Selain Features, Instagram sedang menguji fitur Series untuk kreator yang membuat video episodik. Fitur ini menyediakan tempat bagi kreator untuk mengelompokkan Reels yang saling terhubung dalam satu rangkaian cerita.Pengembangan tersebut bertujuan untuk meningkatnya tren microdrama dan minat kreator terhadap konten berseri. Instagram mulai menghubungi studio microdrama di Asia Tenggara pada Juni 2026 untuk mencoba fitur tersebut, kemudian memperluas pengujian kepada kreator individual.
Instagram berencana menguji Series di lebih banyak negara dan menargetkan kehadirannya di Amerika Serikat pada akhir 2026 atau awal 2027.
Perusahaan juga menguji penempatan video Live di tab Reels agar siaran langsung lebih mudah ditemukan, termasuk oleh pengguna yang belum mengikuti akun kreator. Pengujian ini dimulai di Indonesia dan Brasil sebelum direncanakan meluas ke Amerika Serikat pada 2027.
Melalui Features, Series, dan pengembangan Live, Instagram mulai memperluas pilihan konten video di platformnya. Pengguna tidak hanya dapat menemukan video pendek melalui Reels, tetapi juga menikmati podcast, wawancara, dan konten berdurasi panjang tanpa harus berpindah ke platform lain.
(Siti Nahdia Usman)