Daftar Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 26 Oktober–1 November 2026

Ilustrasi awan cumulonimbus. Foto: Antara

Daftar Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus pada 26 Oktober–1 November 2026

Silvana Febiari • 25 October 2026 14:24

Jakarta: Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) pada periode 26 Oktober hingga 1 November 2026. Berdasarkan informasi prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus, sejumlah wilayah masuk dalam kategori Frequent dan Occasional.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan melalui model cuaca numerik. Informasi tersebut digunakan untuk menggambarkan sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia hingga tujuh hari ke depan.

 

Wilayah dengan Potensi Frequent

Kategori Frequent (FRQ) menunjukkan adanya potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum lebih dari 75 persen. Pada periode 4-10 Oktober 2026, wilayah yang diprakirakan masuk kategori ini adalah Samudra Hindia selatan Banten.

Wilayah dengan Potensi Occasional

Kategori Occasional (OCNL) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen. Wilayah yang diprakirakan mengalami potensi tersebut antara lain:

Wilayah Sumatra dan sekitarnya

Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatra Barat
Sumatra Selatan
Sumatra Utara

Wilayah Jawa dan sekitarnya

Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah

Wilayah Kalimantan

Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara

Wilayah Sulawesi

Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara

Wilayah Maluku dan Papua

Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua Pegunungan
Papua Selatan
Papua Tengah

Wilayah perairan

Laut Jawa bagian barat
Laut Jawa bagian tengah
Laut Jawa bagian timur
Laut Natuna Utara
Laut Seram
Samudra Hindia barat Aceh
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
Samudra Pasifik utara Papua
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Selat Karimata bagian selatan
Selat Karimata bagian utara
Selat Makassar bagian tengah
Selat Malaka bagian tengah
Selat Malaka bagian utara


Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Dok. Antara.

Tiga Kategori Potensi Cumulonimbus

Informasi prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus membagi potensi berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum. Terdapat tiga kategori yang digunakan, yakni Isolated, Occasional, dan Frequent.
  • Isolated Cumulonimbus (ISOL CB) menunjukkan terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.
  • Occasional Cumulonimbus (OCNL CB) menunjukkan awan Cumulonimbus dengan cakupan area berkisar 50-75 persen.
  • Frequent Cumulonimbus (FRQ CB) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.

Informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus ini merupakan bagian dari prakiraan cuaca untuk mendukung informasi kondisi atmosfer, khususnya dalam penerbangan.

(Silvana Febiari)