Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Eksklusif! Wamenkeu Suahasil Paparkan Strategi Kejar Pertembuhan Ekonomi
Muhamad Marup • 18 August 2026 22:50
Jakarta: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini jadi modal untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6 persen.
Ia mengatakan, dalam satu semester tahun 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan kembali terjadi pada kuartal ketiga dan kuartal keempat. Ia berharap ekonomi Indonesia di akhir tahun dapat tumbuh di atas 5,5 persen.
"Q3, Q4 kita akan tumbuh di atas 5,5 persen. Saya berharap keseluruhan tahun nanti bisa kita tutup di atas 5,5 persen," jelasnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Suahasil, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027. Menurutnya, salah satu hal yang mesti dijaga adalah konsumsi masyarakat.
"Yang paling penting adalah konsumsi masyarakat. Karena dia 53% dari keseluruhan produk domestik Bruto itu," ujar Suahasil.
Ia mengatakan, langkah tersebut tidak hanya menyasar masyarakat kelas bawah, tapi juga menengah. Kelas atas juga menjadi perhatian, tapi biasanya masyarakat di kelas tersebut memiliki kemandirian.
"Kelompok masyarakat yang bawah harus kita bantu. Itulah perlindungan sosial, bantuan sosial," jelasnya.
Kelas menengah, kata Wamenkeu, butuh dukungan seperti pembangunan infrastruktur, harga yang stabil serta insentif. Hal ini penting karena kelas menengah merupakan kelas yang dinamis.
"Sehingga sangat penting untuk kita jaga ekspektasi dan keinginan-keinginannya," ucapnya.
Peran Danantara
Wamenkeu juga menyebut peran strategis Danantara untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027. Menurutnya, Danantara bertujuan meningkatkan investasi."Danantara dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya.
Danantara, menurut Suahasil, dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk mengundang partisipasi swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah untuk berinvestasi. Dengan demikian, sektor swasta dapat meningkatkan usahanya.
"Danantara yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya. Wamenkeu menyebut kehadiran Danantara mempertegas bahwa perekonomian Indonesia diciptakan oleh seluruh pelaku ekonomi tidak hanya pemerintah. Pemerintah merangkul semua pihak dan mengoptimalkan semua cara untuk menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.
Ia menambahkan, peran Danantara dapat optimal jika diiringi dengan iklim investasi yang mendukung usaha. Perbaikan perizinan, logistik, dan lain sebagainya penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya.