Kebakaran Lahan Merembet ke TPAS Gunung Santri Cirebon

Petugas DPKP melakukan penanganan kebakaran di sekitar TPAS Gunung Santri Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. ANTARA/Fathnur Rohman

Kebakaran Lahan Merembet ke TPAS Gunung Santri Cirebon

Silvana Febiari • 6 October 2026 23:31

Cirebon: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengerahkan enam regu personel dan kendaraan pemadam untuk menangani kebakaran yang merembet ke Tempat Pembuangan Akhir Samph (TPAS) Gunung Santri.

Kepala DPKP Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan kebakaran tersebut bermula dari lahan di sekitar Gunung Leneng, perbatasan Desa Kepuh dan Kedondong, sebelum merembet ke tumpukan sampah.

“Yang terbakar sampah akibat rembetan dari lahan tadi, ya, dari lahan yang terbakar merembet ke sampah,” kata Dadang, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026. 


Masyarakat melaporkan kebakaran lahan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin, 5 Oktober 2026. Kemudian petugas langsung melakukan penanganan setelah api mendekati kawasan TPAS.

DPKP mengerahkan tiga regu dengan tiga kendaraan pemadam dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Weru untuk melakukan pemadaman sejak Senin malam.

Pemadaman sempat dihentikan pada Selasa sekitar pukul 02.00 WIB karena petugas perlu beristirahat dan menghadapi kendala pasokan air di sekitar lokasi.

“Penanganan kembali dilanjutkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah asap dan kobaran api masih terlihat di kawasan TPAS Gunung Santri,” ujarnya.

Menurut Dadang, kebakaran sampah sulit dipadamkan karena api dapat tetap menyala di bagian bawah tumpukan meskipun permukaannya terlihat sudah padam.

Kondisi itu kembali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kepulan asap hitam muncul dari tumpukan sampah yang menunjukkan masih terdapat material yang terbakar.

Petugas kemudian meminta bantuan dari sejumlah sektor hingga jumlah armada yang dikerahkan mencapai sekitar enam kendaraan pemadam dan enam regu pada Selasa.

Penanganan juga didukung kendaraan pemasok air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Sementara kebutuhan air untuk pemadaman sejak Senin malam telah mencapai lebih dari sepuluh tangki.


Petugas saat melakukan pemadaman di sekitar kawasan TPAS Gunung Santri Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. ANTARA/HO-DLH Cirebon


Dia memperkirakan area yang terbakar hanya beberapa ratus meter persegi, dari total luas TPAS Gunung Santri sekitar 4,7 hektare. Sebab, api telah cepat dilokalisasi.

Selain keterbatasan pasokan air, medan berbukit dan terjal menjadi kendala karena menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau sejumlah titik kebakaran.

“Untuk membantu akses kendaraan, DLH menggunakan ekskavator agar jalur di kawasan tersebut lebih aman dan tidak menyebabkan kendaraan pemadam ambles,” ucap dia.

(Silvana Febiari)