Jet tempur Amerika Serikat dikabarkan rusak selama perang lawan Iran. Foto: Anadolu
Sedikitnya 81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran
Muhammad Reyhansyah • 8 October 2026 19:22
Washington: Sedikitnya 81 pesawat militer Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan atau hilang selama operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari.
Menurut laporan terbaru Congressional Research Service (CRS), angka tersebut mencakup pesawat bersayap tetap, helikopter, dan pesawat tanpa awak.
Data itu dihimpun dari berbagai sumber, termasuk catatan Pentagon, pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM), temuan inspektur jenderal militer, serta laporan media.
Kerugian terbesar terjadi pada armada pesawat tanpa awak.
“Sedikitnya 45 drone MQ-9 Reaper dan tiga pesawat MQ-1 jatuh selama operasi. Satu MQ-4C Triton juga jatuh dalam insiden penerbangan,” sebut laporan CRS, dikutip dari Anadolu, Kamis, 8 Oktober 2026.
Pesawat tempur berawak juga mengalami sejumlah kerusakan dan kehilangan.
Sebanyak 12 F-15E Strike Eagle terdampak. Tiga di antaranya hancur akibat tembakan kawan di Kuwait, satu jatuh di Iran, sementara delapan lainnya mengalami kerusakan ringan dalam serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania sebelum kembali digunakan.
Satu pesawat tempur F-35A Lightning II mengalami kerusakan akibat tembakan dari darat Iran. Dua pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II juga hilang atau mengalami kerusakan berat.
Armada pendukung turut mengalami kerugian. Sebanyak tujuh pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker terdampak.
Salah satu KC-135 jatuh di Irak dan menewaskan enam awak. Lima lainnya dilaporkan mengalami kerusakan di darat di Arab Saudi.
Satu pesawat peringatan dini E-3 Sentry terkena serangan langsung. Dua pesawat angkut operasi khusus MC-130J sengaja dihancurkan dalam sebuah misi penyelamatan.
Selain itu, tujuh helikopter, termasuk tipe AH-64 Apache dan AH-6 Little Bird, dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan.
Pengungkapan tersebut muncul di tengah meningkatnya biaya finansial perang Iran yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan terkoordinasi AS dan Israel.
Laporan Lead Inspector General pada September memperkirakan total biaya kampanye mencapai USD33,4 miliar hingga akhir Juni. Angka tersebut mencakup USD3,7 miliar kerugian peralatan.
Sementara itu, Congressional Budget Office memperkirakan biaya penggantian perangkat keras mencapai hingga USD3,3 miliar.
CRS menegaskan jumlah pesawat yang hilang atau rusak masih dapat berubah karena adanya data yang diklasifikasikan, operasi tempur yang masih berlangsung, serta persoalan atribusi dalam sejumlah insiden.