Delapan orang terluka dalam serangan pisau di supermarket Homeplus, Incheon, Korea Selatan. (News1)
Delapan Orang Terluka dalam Penikaman di Supermarket Incheon Korsel
Willy Haryono • 13 October 2026 18:19
Seoul: Delapan orang terluka dalam penikaman di sebuah supermarket di Incheon, Korea Selatan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Mengutip dari BBC, seorang pria ditangkap dalam penikaman tersebut, yang tergolong jarang terjadi di negara tersebut.
Kantor Polisi Namdong Incheon menyebut tersangka berusia 59 tahun diduga melakukan serangan sekitar pukul 13.40 waktu setempat atau 05.40 BST. Ia dilaporkan membawa pisau yang diikatkan pada kedua tangannya saat berada di eskalator.
Sejumlah pengunjung berhasil melumpuhkan pria tersebut dengan menggunakan kursi untuk menghalangi jalannya. Petugas kepolisian kemudian menahannya.
Polisi kini menyelidiki motif serangan yang terjadi di gerai Homeplus, salah satu jaringan supermarket diskon terbesar di Korea Selatan.
Kedelapan korban, terdiri atas enam perempuan dan dua laki-laki, dilarikan ke rumah sakit. Salah seorang korban dilaporkan mengalami henti jantung, sedangkan korban lainnya mengalami luka di bagian punggung dan bahu.
Menanggapi jatuhnya korban, otoritas mendirikan pusat layanan medis darurat di lantai satu gedung tersebut.
Tersangka Pernah Dipidana
Menurut laporan media setempat, polisi menemukan sepuluh pisau di dalam ransel tersangka. Pria tersebut juga mengenakan gelang kaki pemantau elektronik saat melakukan serangan.Tersangka dilaporkan pernah divonis atas percobaan pembunuhan setelah menikam mantan istrinya dan menjalani hukuman penjara selama empat tahun.
Bulan lalu, ia juga dilaporkan pernah diperiksa polisi atas dugaan membawa pisau ketika menggelar aksi protes seorang diri di depan sebuah rumah sakit di Incheon terkait perawatan medis yang diterimanya.
Serangan tersebut terjadi di Korea Selatan, negara yang dikenal memiliki tingkat keamanan publik tinggi.
Menurut Statistik Korea, angka pembunuhan di negara itu pada 2024 tercatat sekitar 0,5 kasus per 100.000 penduduk, atau sekitar sepersepuluh rata-rata global.
Namun, serangkaian serangan kekerasan yang tampak acak pada 2023, yang menyebabkan sejumlah korban tewas dan terluka, sempat memicu ketakutan luas di masyarakat.
Serangan semacam itu dikenal sebagai kejahatan Mudjima atau Don't Ask Why. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kekerasan terhadap orang asing yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan pelaku dan tidak menunjukkan motif yang jelas.
Pada April 2025, seorang pria berusia 30-an dilaporkan menyerang sejumlah orang secara acak di sebuah supermarket. Serangan itu menyebabkan seorang perempuan berusia 60-an meninggal dunia.
Baca juga: Seorang Remaja Tewas dan Dua Terluka dalam Penikaman di Dotonbori Jepang