Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Humas Kemenaker.
Siapkan Pelatihan Gratis bagi 1 Juta Orang, Kemnaker Bangun 60 Balai Pelatihan Kerja
Husen Miftahudin • 14 October 2026 11:16
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan pembangunan 60 balai pelatihan kerja di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, Kemnaker juga menyiapkan program pelatihan bagi satu juta orang dalam satu tahun dengan pembiayaan penuh dari pemerintah, termasuk sertifikasi kompetensi.
"Kami siapkan pelatihan bagi satu juta orang dalam satu tahun yang ditanggung secara penuh oleh pemerintah, lengkap dengan sertifikasinya," ucap Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
Program pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui pelatihan yang relevan, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja.
Untuk menyelaraskan materi pelatihan dengan kebutuhan industri, Kemnaker mengoptimalkan pemanfaatan data pasar kerja melalui Labor Market Intelligence (LMI) serta pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI).
Pemanfaatan data tersebut membantu memetakan kebutuhan jabatan dan keterampilan yang diperlukan dunia usaha. Dengan demikian, penyelenggaraan pelatihan diharapkan dapat lebih terarah sesuai perkembangan kebutuhan pasar kerja.
(Ilustrasi pelatihan vokasi. Foto: Freepik)
Dorong rekrutmen berbasis keterampilan
Yassierli menjelaskan, keterampilan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menilai kesesuaian calon tenaga kerja dengan kebutuhan pekerjaan. Pendekatan skill-first menempatkan kompetensi sebagai salah satu pertimbangan utama dalam proses perekrutan.
"Yang saat ini dicari oleh perusahaan yang memiliki big data adalah kompetensinya, itu yang disebut dengan skill, dan kita sedang mencoba untuk membangun itu pada angkatan kerja di Indonesia," ujar Yassierli.
Menurut dia, pengembangan kompetensi tenaga kerja perlu diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan relevansi keterampilan angkatan kerja dengan permintaan industri.
Penyelarasan pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja memerlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan keterampilan yang dikembangkan melalui program pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki bekal kompetensi yang relevan untuk memasuki dunia kerja.