PM Inggris Andy Burnham Tuduh Rusia Intervensi Referendum Brexit 2016

PM Inggris Andy Burnham. (Anadolu Agency)

PM Inggris Andy Burnham Tuduh Rusia Intervensi Referendum Brexit 2016

Willy Haryono • 12 October 2026 12:17

London: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan Rusia telah melakukan intervensi dalam referendum 2016 yang membuat Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Brexit.

Burnham mengatakan pengungkapan tersebut penting untuk dicatat karena negara-negara Eropa lainnya juga menghadapi ancaman serupa.

Dalam cuplikan podcast The Rest is Politics yang dirilis pada Minggu, 11 Oktober 2026, Burnham mengatakan bahwa setelah dirinya menjabat sebagai perdana menteri pada Juli, ia meminta penasihatnya untuk mengetahui apakah Rusia ikut campur dalam referendum Brexit 2016.

“Saya mendapat jawaban yang jelas bahwa memang iya, memang demikian,” kata Burnham.

“Hal-hal seperti ini penting sekarang untuk dicatat dengan jelas. Saya yakin ini membantu para pemilih di Jerman dan Prancis memahami bahwa sebagian dari politik ini dihasut oleh musuh-musuh kami, yakni Rusia,” lanjutnya.

Episode lengkap podcast tersebut dijadwalkan dirilis pada Senin ini. Selama ini, Rusia menegaskan tidak pernah mencampuri pemilu atau referendum di negara lain.

Rusia dan Politik Jerman

Pernyataan Burnham muncul ketika badan-badan intelijen Inggris memperingatkan meningkatnya ancaman intervensi Rusia terhadap institusi demokrasi Inggris.

Pernyataan tersebut diyakini menjadi kali pertama seorang perdana menteri Inggris secara terbuka mengakui adanya campur tangan Rusia dalam referendum Brexit.

Burnham juga mengatakan dirinya membahas kemungkinan hubungan antara Rusia dan partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz ketika keduanya bertemu di Berlin pekan lalu.

“Anda tahu, dia mengatakan kepada saya bahwa AfD jelas memiliki hubungan dengan Rusia, didanai, saya kira,” kata Burnham.

“Jelas ada misinformasi dan disinformasi yang berasal dari Rusia dan masuk ke dalam politik Jerman,” lanjutnya.

Pada 2020, Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen Inggris menemukan bahwa pemerintah gagal sepenuhnya menilai dampak media yang dikelola negara Rusia dan akun-akun “troll” terhadap referendum Uni Eropa.

Baca juga: Brexit Jadi Bencana Ekonomi untuk Perdagangan Inggris dan Jerman

(Willy Haryono)