Ilustrasi: Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dan terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye
Info BMKG: Abu Vulkanik Gunung Semeru Menyebar ke Arah Barat
Lukman Diah Sari • 15 October 2026 12:24
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru, di Jawa Timur, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik terdeteksi ke arah barat.
"Mencakup sebagian Kabupaten Malang," kata BMKG.
"Sedangkan pada dini hari, 16 Oktober 2026, berawan tebal," ungkap BMKG.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Dampak abu vulkanik
Dampak Kesehatan:
Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.Dampak Transportasi:
Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mengancam kenyamanan dan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu dapat mengganggu fungsi mesin, merusak peralatan navigasi, hingga memicu penundaan, pengalihan rute, dan penghentian sementara operasional transportasi darat, laut, maupun udara."Untuk mengantisipasi potensi risiko, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat," pesan BMKG.