Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
7 Cara Melindungi Uang dari Berbagai Modus Penipuan Transfer
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 19:23
Jakarta: Penipuan transfer uang memiliki berbagai modus, seperti penipuan tawaran hadiah hingga penyamaran sebagai pihak tepercaya. Masyarakat perlu waspada terhadap permintaan uang mendesak, tawaran investasi tidak realistis, dan pesan yang meminta informasi keuangan.
Dilansir dari Federal Trade Commission (FTC) dan Seacoast Bank, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi uang dari penipuan.
1. Waspada permintaan uang dari kenalan online
Penipu dapat menghubungi melalui media sosial, lalu meminta uang dengan alasan darurat, biaya perjalanan, atau investasi. Hindari mengirim uang kepada orang yang belum dikenal secara langsung, terutama jika mereka menolak pertemuan langsung atau panggilan video.2. Jangan mudah tergiur tawaran
Penipu dapat menyamar sebagai perusahaan untuk meminta pembayaran tagihan, bantuan, atau hadiah. Jangan mudah percaya dan langsung memberikan nomor kartu atau PIN kepada orang lain.3. Lindungi informasi rekening
Jangan membagikan informasi rekening kepada orang lain. Waspadai pesan, tautan, dan panggilan yang mengatasnamakan bank atau penyedia layanan pembayaran. Hubungi pihak terkait melalui kontak resmi di situs web perusahaan.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
4. Periksa transaksi dan pembayaran
Periksa rekening secara berkala dan segera laporkan transaksi yang tidak dikenal kepada bank. Saat menjual barang, waspadai pembeli yang membayar lebih dan meminta uang dikembalikan. Pastikan pembayaran sudah diterima sebelum mengembalikan uang.5. Waspada tawaran investasi dan biaya di muka
Jangan mudah percaya pada tawaran investasi dengan keuntungan tidak realistis atau permintaan biaya di muka. Penipu dapat menjanjikan keuntungan atau bantuan pemulihan kerugian, lalu menghilang setelah menerima uang. Waspadai juga permintaan pembayaran menggunakan mata uang kripto dari orang yang tidak dikenal.6. Jangan terburu-buru mengirim uang
Penipu dapat menggunakan email, telepon, atau pesan untuk menciptakan keadaan darurat palsu dan mendesak korban supaya mengirim uang. Mereka juga bisa menyamar sebagai lembaga pemerintah atau pihak dalam transaksi properti. Periksa kebenaran permintaan melalui saluran komunikasi tepercaya sebelum melakukan transfer.7. Segera laporkan penipuan
Jika menemukan transaksi mencurigakan atau menjadi korban penipuan, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran. Jangan mengirim uang tambahan dan simpan bukti komunikasi serta transaksi untuk keperluan pelaporan.Masyarakat dapat mengurangi risiko penipuan transfer dengan mengenali modus penipuan, menjaga informasi rekening, dan memeriksa setiap permintaan transaksi. (Hasri Khairunnisa)