Dinar Kuwait menjadi mata uang dengan nilai tukar tertinggi terhadap dolar AS. (corporatefinanceinstitute)
10 Mata Uang dengan Nilai Tukar Tertinggi di Dunia
Willy Haryono • 21 October 2026 14:42
Jakarta: Mata uang menjadi bagian penting dalam hubungan ekonomi antarnegara, di mana digunakan sebagai alat pembayaran, satuan untuk menentukan harga, dan penyimpan nilai.
Setiap negara memiliki mata uang sendiri, meski beberapa negara menggunakan mata uang yang sama.
Nilai mata uang terhadap mata uang lain disebut nilai tukar atau kurs. Kurs menunjukkan berapa banyak mata uang yang diperlukan untuk mendapatkan satu unit mata uang lain. Nilainya dapat berubah karena berbagai faktor, seperti kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi, perdagangan, dan permintaan pasar.
Nilai tukar yang tinggi dapat memberi keuntungan dalam transaksi internasional. Mata uang yang bernilai tinggi terhadap dolar AS, misalnya, membuat biaya pembelian barang impor atau perjalanan ke luar negeri relatif lebih murah bagi pemegang mata uang tersebut.
Namun, nilai satu unit mata uang yang tinggi tidak serta-merta berarti ekonomi suatu negara paling kuat atau masyarakatnya paling sejahtera. Kurs juga dipengaruhi kebijakan moneter dan cara suatu negara menetapkan satuan mata uangnya.
Lantas, mata uang apa saja yang memiliki nilai tukar tertinggi di dunia? Berikut daftarnya, seperti dirangkum dari Forbes.
1. Dinar Kuwait (KWD)
Satu dinar Kuwait setara dengan sekitar US$3,23. Sebaliknya, US$1 bernilai sekitar 0,30 dinar Kuwait.Kuwait terletak di antara Arab Saudi dan Irak. Negara ini memperoleh sebagian besar pendapatannya dari sektor minyak dan menjadi salah satu eksportir minyak utama dunia.
2. Dinar Bahrain (BHD)
Satu dinar Bahrain bernilai sekitar US$2,64. Dengan demikian, US$1 setara dengan sekitar 0,37 dinar Bahrain.Bahrain merupakan negara kepulauan di Teluk Persia, lepas pantai Arab Saudi. Perekonomiannya termasuk yang paling beragam di kawasan Teluk. Pada 2024, sektor nonminyak menyumbang 85,9 persen terhadap produk domestik bruto riil negara tersebut. Dinar Bahrain mulai beredar pada 1965 dan dipatok terhadap dolar AS.
3. Rial Oman (OMR)
Satu rial Oman bernilai sekitar US$2,60. Sementara itu, US$1 setara dengan sekitar 0,38 rial Oman.Oman berada di Semenanjung Arab, di antara Uni Emirat Arab dan Yaman. Negara ini juga menjadi salah satu eksportir minyak dan gas di kawasan tersebut.
4. Dinar Yordania (JOD)
Satu dinar Yordania bernilai sekitar US$1,41. Adapun US$1 setara dengan sekitar 0,70 dinar Yordania.Mata uang ini mulai beredar pada 1950-an. Yordania berada di Timur Tengah dan sebagian besar wilayahnya tidak berbatasan dengan laut. Berbeda dari beberapa negara tetangganya, Yordania tidak terlalu bergantung pada ekspor minyak dan gas, tetapi menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lambat dan peningkatan utang.
5. Pound sterling (GBP)
Satu pound sterling bernilai sekitar US$1,34. Jika dihitung sebaliknya, US$1 setara dengan sekitar 0,74 pound.Pound telah digunakan sejak abad ke-15. Inggris kemudian beralih ke sistem desimal pada 1971. Kini, satu pound terbagi menjadi 100 pence.
6. Pound Gibraltar (GIP)
Pound Gibraltar memiliki nilai yang dipatok tetap terhadap pound sterling. Karena itu, nilainya bergerak sejalan dengan mata uang Inggris tersebut.Mata uang ini pertama kali diperkenalkan pada 1920-an. Gibraltar merupakan wilayah Britania Raya yang terletak di ujung selatan Spanyol.
7. Franc Swiss (CHF)
Satu franc Swiss bernilai sekitar US$1,22. Dengan kata lain, US$1 setara dengan sekitar 0,81 franc Swiss.Mata uang ini diperkenalkan pada 1850 dan digunakan secara resmi di Swiss serta Liechtenstein. Franc Swiss kerap dipandang sebagai aset yang relatif aman karena Swiss dikenal memiliki stabilitas politik.
8. Dolar Kepulauan Cayman (KYD)
Satu dolar Kepulauan Cayman bernilai sekitar US$1,19. Sementara itu, US$1 setara dengan sekitar 0,83 dolar Kepulauan Cayman.Mata uang ini mulai diperkenalkan pada 1970-an dan dipatok terhadap dolar AS. Kepulauan Cayman merupakan wilayah Britania Raya di Karibia yang dikenal sebagai pusat keuangan lepas pantai.
9. Euro (EUR)
Satu euro bernilai sekitar US$1,15. Dengan demikian, US$1 setara dengan sekitar 0,86 euro.Euro mulai digunakan dalam bentuk uang fisik pada 2002. Mata uang ini digunakan oleh negara-negara anggota zona euro, yang mencakup 20 dari 27 negara Uni Eropa.
10. Dolar Amerika Serikat (USD)
Dolar AS masuk dalam daftar karena nilainya satu banding satu terhadap dirinya sendiri, sementara mata uang lain yang tidak tercantum memiliki nilai di bawah US$1 per unit.Dolar AS mulai digunakan pada abad ke-18 dan menjadi alat pembayaran resmi di Amerika Serikat serta sejumlah negara dan wilayah lain, termasuk Ekuador. Dolar juga merupakan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia dan menjadi mata uang cadangan terbesar yang dipegang bank-bank sentral.
Dolar AS turut digunakan untuk menentukan harga sejumlah komoditas utama, seperti minyak, emas, dan tembaga. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Mengenal Sejarah 5 Mata Uang Tertua di Dunia yang Masih Digunakan Saat Ini