Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Masih Bisa Jerat Clinton dan Obama dengan Investigasi Kriminal
Willy Haryono • 17 October 2026 19:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya masih dapat membuka penyelidikan kriminal terhadap mantan Presiden Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dan mantan Presiden Barack Obama.
Trump mengklaim memiliki “banyak informasi” mengenai ketiganya, menurut laporan The Hill pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Dalam wawancara dengan pembawa acara Newsmax, Rob Finnerty, Trump mengatakan sebelumnya memilih untuk tidak menargetkan ketiga tokoh tersebut, tetapi masih memiliki kemungkinan untuk mengambil tindakan.
“Saya bisa saja melakukan banyak hal terhadap Hillary Clinton, saya bisa saja melakukan banyak hal terhadap Bill Clinton, saya menyukai Bill Clinton. Saya bisa saja melakukan banyak hal terhadap Barack Hussein Obama, dan masih bisa, saya masih bisa. Saya bisa melakukan banyak hal besar jika saya mau. Saya memilih untuk tidak mengejar Hillary Clinton,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Ketika ditanya mengenai maksud pernyataan “banyak hal besar”, Trump mengatakan dirinya bisa “mengejar mereka secara pidana” atau “menghancurkan reputasi mereka."
Trump tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai klaimnya. Ia juga mengisyaratkan bahwa dirinya kemungkinan tidak akan mengejar mantan pejabat tersebut, seraya mengatakan bahwa ia bisa kembali menghadapi pemakzulan sebelum mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
Investigasi terhadap Lawan Politik Jadi Sorotan
Pernyataan Trump muncul di tengah kritik terhadap pemerintahanannya terkait penyelidikan kriminal dan penuntutan terhadap sejumlah tokoh yang dipandang sebagai lawan politiknya.Departemen Kehakiman AS mendakwa Jaksa Agung New York Letitia James, yang sebelumnya memenangkan perkara penipuan perdata terhadap Trump. Departemen tersebut juga dua kali mendakwa mantan Direktur FBI James Comey.
Dakwaan pertama terhadap Comey dibatalkan setelah seorang hakim memutuskan bahwa jaksa yang menangani perkara tersebut diangkat secara tidak sah.
Jaksa juga berupaya mendakwa enam anggota parlemen dari Partai Demokrat setelah mereka merilis video yang menyerukan personel militer untuk tidak mematuhi perintah ilegal. Namun, dewan juri menolak dakwaan tersebut.
Pemerintahan Trump juga menyelidiki Senator Demokrat dari California Adam Schiff, mantan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Mahkamah Agung AS memblokir upaya Trump untuk memberhentikan Cook dari jabatannya.
Secara terpisah, mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, mengaku bersalah pada Juni atas dakwaan menyimpan dokumen sensitif secara ilegal. Bolton menjadi mantan pejabat pemerintahan Trump yang dinyatakan bersalah dalam perkara yang diajukan Departemen Kehakiman.
Baca juga: Pasangan Clinton Tolak Bersaksi dalam Penyelidikan Jaringan Jeffrey Epstein