Plt. Direktur Jenderal Perumahan Pedesaan Kementerian PKP, Teddy Paul Siagian (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Kementerian PKP Siapkan Rp2,2 Triliun Bangun 7.952 Rumah Pascabencana Sumatra
Fachri Audhia Hafiez • 21 October 2026 17:58
Jakarta: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,219 triliun untuk membangun ribuan unit rumah tapak pascabencana di Sumatra pada 2026. Proyek ini lengkap dengan fasilitas tempat ibadah dan prasarana penunjang.
“Untuk 2026, 7.952 unit yang akan dibangun rumah tapak beserta dengan PSU sarana peribadatan dan prasarana bangunan, alokasi anggaran 2,219 triliun,” kata Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Teddy Paul Siagian di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Oktober 2026.
Pengerjaan di lapangan baru memasuki tahap awal. Namun, Kementerian PKP memastikan seluruh penyedia jasa konstruksi dan konsultan terus mempercepat realisasi proyek.
“Secara keseluruhan progress fisik saat ini 3,48 persen dan realisasi anggaran 8,92 persen dan ini masih berproses terus karena saat ini penyedia jasa baik konstruksi maupun konsultan sedang melakukan atau mengajukan permohonan uang muka supaya bisa mempercepat,” ungkap Teddy.
Dari sisi teknis, Kementerian PKP menerapkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Langkah ini guna memastikan struktur bangunan memiliki ketahanan tinggi terhadap potensi bencana gempa bumi.

Dokumentasi bencana longsor di Aceh. Foto: BPBD.
Proses pengadaan hunian sempat mengalami kendala geografis akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana. Kondisi ini mengganggu alur distribusi material.
“Jadi ada beberapa lokasi yang aksesnya jembatan putus, kemudian aksesnya longsor, tetapi kami langsung koordinasi dengan kami membentuk grup dengan posko satgas di sini,” terang Teddy.
Kementerian PKP menginstruksikan Satuan Kerja (Satker) terkait untuk mempercepat pengiriman material ke lokasi sasaran. Langkah ini guna mengantisipasi kendala cuaca ekstrem dan potensi banjir menjelang puncak musim hujan.
“Kkami sudah perintahkan untuk pada satker agar segera material-material dikirim ke lapangan, supaya mengantisipasi apabila cuaca masuk musim hujan dan intensitasnya semakin tinggi, tetapi bisa aman pekerjaannya,” tutur Teddy.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)