Pemerintah Gelontorkan Rp371 Miliar Revitalisasi Sektor Kelautan Pascabencana Sumatra

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Pemerintah Gelontorkan Rp371 Miliar Revitalisasi Sektor Kelautan Pascabencana Sumatra

Gabriella Thesa Widiari • 21 October 2026 17:05

Jakarta: Pemerintah menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk mempercepat revitalisasi sektor kelautan dan perikanan pascabencana di wilayah Sumatra. Langkah ini untuk memulihkan roda perekonomian masyarakat pesisir dan pembudidaya yang terdampak.

“Untuk mendukung pemulihan ini pada tahun 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan sebesar Rp371,8 miliar rupiah,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Trenggono, kucuran dana bantuan tersebut kini mulai memberikan dampak positif bagi pemulihan di lapangan. Hal itu ditandai dengan kembalinya aktivitas produksi serta pemasaran para pelaku usaha perikanan di sejumlah daerah.

“Saat ini akhirnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, sebanyak 5.760 tambak, 228 nelayan, 360 pengolahan dan pemasar ikan dan 506 pertambakan telah bekerja,” ungkap Trenggono.

Lebih lanjut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfokuskan pemulihan tahun ini pada pengaktifan kembali lahan budidaya, perbaikan keramba, hingga penyaluran mesin dan alat tangkap. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan mata pencaharian para nelayan di wilayah terdampak.

“Tahun ini ditargetkan 15.446 hektar tambak dan kolam kembali beroperasi, 1.033 keramba aktif kembali, 2.651 unit mesin kapal, 2.146 unit alat tangkap,” ujar Trenggono.


Ilustrasi sektor kelautan dan perikanan. Foto: dok. Antara. 

Trenggono menekankan target capaian penerima manfaat bantuan akan terus digenjot oleh pemerintah. Optimalisasi sasaran ini mencakup sektor pertambakan, nelayan tangkap, hingga pengolah dan pemasar ikan.

“Setelah seluruh bantuan terealisasi, KKP menargetkan penerima manfaat akan bertambah 9.548 tambak, 638 nelayan dan 15 pengolah dan pemasar ikan,” tutur Trenggono.

Upaya revitalisasi berskala besar ini dilakukan mengingat masifnya dampak bencana pada akhir tahun lalu di wilayah Sumatra. Musibah tersebut sempat melumpuhkan aktivitas puluhan ribu pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan di tiga provinsi.

“Lebih dari 33.000 pelaku usaha terdampak di antaranya pada 5.974 nelayan, 5.386 pembudidaya ikan, 375 unit pengolahan ikan, dan 1.450 petani garam,” kata Trenggono.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)