7 Keutamaan Salat Tahajud yang Tercatat di Hadis dan Al-Qur'an

Ilustrasi: Pexels

7 Keutamaan Salat Tahajud yang Tercatat di Hadis dan Al-Qur'an

Riza Aslam Khaeron • 29 September 2026 07:00

Jakarta: Salat tahajud merupakan salah satu ibadah sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur. Menjalankan salat tahajud menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Lebih dari itu, ibadah di waktu sepertiga malam ini menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istigfar.

Terdapat sejumlah keutamaan salat tahajud yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan sejumlah hadis Nabi Muhammad saw. Waktu pelaksanaannya dapat dilakukan sejak setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar, dengan sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu yang paling utama.
 

Keutamaan Salat Tahajud

Salat tahajud memiliki sejumlah keutamaan yang tidak hanya membantu kehidupan di dunia, tetapi juga di akhirat. Salat di waktu sepertiga malam juga menjadi waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Tidak hanya itu, anjuran untuk melakukan salat tahajud tercantum dalam Al-Qur'an hingga disebut sebagai sebaik-baik salat sunah.

Berikut sejumlah keutamaan salat tahajud:

1. Salat Tahajud Mengangkat Derajat

Salah satu dasar mengenai keutamaan salat tahajud terdapat dalam Q.S. Al-Isra' ayat 79. Allah Swt. berfirman:



Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Ayat tersebut menunjukkan kedudukan khusus salat malam. Bagi Nabi Muhammad saw., tahajud merupakan ibadah tambahan yang diperintahkan Allah Swt. dan berkaitan dengan maqam mahmud atau tempat yang terpuji.

2. Waktu Malam Menjadi Waktu Mustajab untuk Berdoa

Salah satu keutamaan yang berkaitan dengan salat malam adalah adanya waktu pada malam hari ketika seorang muslim dianjurkan untuk memohon kepada Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda dari Jabir bin Abdullah r.a.:



Artinya: "Sesungguhnya pada malam hari terdapat suatu waktu. Tidaklah seorang muslim bertepatan dengan waktu tersebut lalu meminta kepada Allah suatu kebaikan dari urusan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan memberikanNya. Dan hal itu terjadi setiap malam." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan waktu malam untuk berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah Swt. Oleh karena itu, salat tahajud kerap menjadi bagian dari rangkaian ibadah malam yang diikuti dengan doa dan istigfar.

3. Salat Tahajud Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

Salat tahajud dikerjakan pada malam hari ketika suasana relatif tenang. Kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk lebih khusyuk dalam beribadah, berdoa, dan memohon ampunan.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda:



Artinya: "Rabb kami Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'" (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi salah satu landasan mengenai keutamaan sepertiga malam terakhir sebagai waktu untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah Swt.

4. Salat Malam Menjadi Penghapus Dosa dan Pencegah Kemaksiatan

Keutamaan lain salat malam disebutkan dalam hadis dari Abu Umamah Al-Bahili r.a. Rasulullah saw. bersabda:



Artinya: "Hendaklah kalian melaksanakan salat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, menghapus dosa-dosa, dan mencegah dari perbuatan dosa." (H.R. Tirmidzi)

Hadis ini menerangkan bahwa qiyamullail atau salat malam memiliki beberapa keutamaan, termasuk sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., menghapus dosa, serta mencegah seseorang dari perbuatan dosa.

5. Mendapatkan Cahaya pada Hari Kiamat

Keutamaan lainnya berkaitan dengan orang yang mendatangi masjid pada malam hari. Rasulullah saw. bersabda:



Artinya: "Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis tersebut memberikan gambaran mengenai keutamaan orang yang mendatangi masjid dalam kondisi gelap untuk melaksanakan ibadah. Hadis ini tidak secara khusus menyebut salat tahajud, sehingga keutamaan tersebut lebih tepat dikaitkan dengan ibadah menuju masjid pada waktu malam secara umum.

6. Menjadi Ciri Orang Bertakwa

Salat malam juga dikaitkan dengan karakter orang-orang bertakwa. Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 17–18:



Artinya: "Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan."

Ayat tersebut menggambarkan orang-orang yang bertakwa sebagai mereka yang menghidupkan sebagian malam dengan ibadah dan memohon ampun kepada Allah Swt.

7. Termasuk Salat Sunah yang Utama

Salat malam memiliki kedudukan yang tinggi di antara ibadah sunah. Rasulullah saw. bersabda:



Artinya: "Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat pada tengah malam." (H.R. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan salat malam setelah salat wajib.
   

Niat Salat Tahajud

Niat salat tahajud dapat dibaca dalam hati ketika hendak melaksanakan ibadah. Lafal yang umum digunakan adalah:



Nawaitu ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Pada dasarnya, niat merupakan amalan hati. Lafal niat tersebut digunakan sebagai bentuk membantu menghadirkan niat sebelum melaksanakan salat.
 

Kapan Salat Tahajud Dilaksanakan?

Salat tahajud dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Waktu dimulainya salat ini, yakni setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.

Salat ini dilaksanakan di sepertiga malam terakhir dan memiliki keutamaan khusus berdasarkan hadis tentang turunnya Allah Swt. ke langit dunia dan seruan untuk berdoa serta memohon ampun. Oleh karena itu, sebagian umat Islam memilih melaksanakan salat tahajud menjelang waktu Subuh agar dapat sekaligus memperbanyak doa dan istigfar.
 

Jumlah Rakaat Salat Tahajud

Salat tahajud dapat dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat dan dilaksanakan dua rakaat salam. Tidak ada satu ketentuan yang mewajibkan semua orang mengerjakannya dengan jumlah rakaat tertentu.

Dalam hadis Aisyah r.a. disebutkan bahwa Rasulullah saw. tidak pernah menambah jumlah rakaat salat malamnya di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan melebihi 11 rakaat.

Oleh karena itu, salat tahajud dapat dilakukan dengan dua rakaat dan salam, kemudian ditambah sesuai kemampuan. Dalam praktiknya, umat Islam juga dapat melaksanakan salat malam dengan jumlah rakaat yang berbeda berdasarkan tuntunan fikih yang diikuti.

Salat tahajud merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperbanyak doa dan istigfar, hingga menjadi bagian dari kebiasaan orang-orang saleh.

Melaksanakan salat tahajud tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., tetapi juga dapat menjadi penerang bagi umat muslim saat hari kiamat kelak. Demikian 7 keutamaan dari salat tahajud.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Riza Aslam Khaeron)