Israel Tutup Tepi Barat hingga 3 Oktober, Akses Warga Palestina Diperketat

Israel memberlakukan penutupan total di Tepi Barat hingga 3 Oktober 2026 dengan alasan hari raya Sukkot. (Anadolu Agency)

Israel Tutup Tepi Barat hingga 3 Oktober, Akses Warga Palestina Diperketat

Willy Haryono • 27 September 2026 15:17

Ramallah: Israel memutuskan untuk memberlakukan “penutupan komprehensif Tepi Barat," termasuk menutup perlintasan perbatasan menuju wilayah tersebut, menurut laporan kantor berita resmi Palestina Wafa pada Minggu, 27 September 2026.

Penutupan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 3 Oktober mendatang. Menurut Wafa, otoritas Israel menyebut hari raya Yahudi Sukkot atau Feast of Tabernacles sebagai alasan penerapan kebijakan tersebut.

Langkah penutupan mencakup pengetatan pembatasan militer di pos pemeriksaan dan penghalang jalan, yang membatasi pergerakan warga Palestina serta akses mereka ke tempat-tempat suci.

Pasukan Israel juga memperketat pembatasan di sekitar Ramallah dan Al-Bireh di hari Minggu. Sejumlah jalan dan pintu masuk ditutup, sementara warga Palestina disebut mengalami tindakan intimidasi, menurut laporan Wafa.

Wafa juga melaporkan bahwa pasukan Israel menutup pintu masuk ke Turmus Ayya, Aboud, Nabi Saleh, Atara, dan Taybeh. Pos pemeriksaan didirikan di Yabroud, Ein Sinya, dan Jaba’ untuk memeriksa kendaraan serta identitas warga Palestina, mengutip sumber-sumber setempat.

Situasi ini terjadi ketika operasi militer Israel dan serangan oleh pihak yang disebut Wafa sebagai pendudukan di Tepi Barat meningkat sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.206 warga Palestina, termasuk 254 anak-anak, tewas, sekitar 13.350 orang terluka, dan lebih dari 24.600 orang ditangkap selama periode tersebut.

Baca juga: Israel Tutup Dua Checkpoint di Tepi Barat, 104 Guru Palestina Tak Bisa Mengajar

(Willy Haryono)