Ilustrasi. Medcom.id
Komisi II Semprot KPU Tak Kirim Orang di RDP
Fachri Audhia Hafiez • 20 November 2023 12:49
Jakarta: Komisi II DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Namun, tak ada perwakilan dari KPU yang hadir dan membuat pimpinan Komisi II DPR geram.
"KPU tidak ada satu pun yang hadir," kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia di Ruang Rapat Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 November 2023.
Rapat itu sejatinya terdapat dua agenda yang menyangkut KPU dan Bawaslu. KPU ingin konsultasi penyesuaian Peraturan KPU berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 28/P/KUM/2023.
Sedangkan, Bawaslu ingin konsultasi perihal permohonan konsultasi rancangan Peraturan Bawaslu. Beleid itu tentang pengawasan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan umum.
"Nah biasanya, pada saat kita membahas atau adanya permohonan konsultasi, rancangan peraturan baik itu KPU maupun Bawaslu, semuanya lengkap hadir," ucap Doli.
Doli mengatakan ia menerima permohonan penundaan rapat tersebut pada Minggu, 19 November 2023. Karena komisioner KPU tengah berada di luar negeri. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu heran dengan pengelolaan di KPU. Karena seluruh petinggi tak satu pun di dalam negeri.
"Saya tidak tahu ya gimana tata cara pengelolaan kantor gitu. Bisa tidak ada satupun komisioner, termasuk Sekjennya itu enggak ada di dalam negeri. Kami aja disini yang sekarang sibuk dengan urusan dapil, ya terpaksa harus ada yang datang satupun gitu," ucap Doli.
Ia juga heran siapa penanggung jawab KPU ketika semua komisioner pergi ke luar. Doli juga berseloroh hal itu perlu dilaporkan atau tidak ke DKPP.
"Nah jadi, ini menjadi catatan kita sebelum kita mulai ya, terutama DKPP. Ini pelanggaran etik enggak tuh ya? Etik manajemen pekerjaan. Gimana pak? Masa kantor ditinggalin semuanya pergi? Se-sekjen sekjennya semuanya pergi semua. Jadi ini catatan kita yang pertama," kata Doli.