Personel Basarnas menggendong dan menaikkan seorang korban gempa yang mengalami luka berat ke helikopter untuk dievakuasi dari pengungsian. ANTARA/HO-Basarnas.
Basarnas Intensifkan Distribusi Logistik ke Lokasi Terdampak Gempa Melalui Udara
Achmad Zulfikar Fazli • 23 August 2026 15:49
Jakarta: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan mitra terus mengintensifkan penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya mempercepat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara dengan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.
"Hari ini pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur," kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diterima personel Basarnas bersama Potensi SAR untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa. Basarnas juga telah mendistribusikan logistik bantuan dari Kepresidenan serta bantuan dari Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain mendukung distribusi bantuan, Helikopter Dauphin Basarnas yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mengangkut personel untuk memperkuat dan melakukan pergantian tim yang bertugas dalam Operasi SAR di Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur Potensi SAR terus memastikan dukungan operasional dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang aksesnya terbatas akibat dampak gempa.

Bangunan rusak akibat gempa NTT. Foto: dok. BNPB.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT terdampak gempa dengan mengerahkan jajaran terkait untuk menangani kondisi di lapangan.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga :
Basarnas Berangkatkan Tenaga Kesehatan ke NTT
Presiden juga menginstruksikan kerja sama lintas sektor untuk memastikan penanganan pascagempa berlangsung cepat dan tepat sasaran. Dia juga memerintahkan jajaran terkait melihat langsung kondisi di lokasi bencana.
Presiden menyampaikan simpati dan doa bagi masyarakat terdampak serta menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat.
"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujar Prabowo.
Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di bagian wilayah NTT mencapai 150.576 orang.
BNPB menyampaikan gempa bumi menyebabkan meninggalnya 31 orang di Manggarai, 30 orang di Manggarai Timur, sembilan orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 13 orang di Nagekeo, dan empat orang di Ngada.
Sedangkan, jumlah korban gempa yang terluka menurut data BNPB sebanyak 1.298 orang, 336 orang di antaranya mengalami luka berat. Sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan dari 104 lembaga telah dikerahkan untuk membantu penanganan dampak gempa di wilayah NTT.