Kim Yo-jong bantah klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Pyongyang kirim pasukan tambahan ke Rusia. Foto: KCNA
Adik Kim Jong-Un Bantah Klaim Zelensky Terkait 50 Ribu Pasukan Korut untuk Rusia
Fajar Nugraha • 20 August 2026 19:04
Pyongyang: Kim Yo-jong, adik dari Kim Jong-un membantah klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa Pyongyang berencana mengirim hingga 50.000 pasukan tambahan ke Rusia.
Hal ini terjadi setelah Zelensky mengklaim di X bahwa Korea Utara berencana mengirimkan hingga 50.000 tentara tambahan ke Rusia. Atas ancaman tersebut, ia mendesak Korea Selatan untuk memberikan bantuan pertahanan udara bagi negaranya.
Mengutip AsiaOne, Kamis 20 Agustus 2026, Yo-jong menegaskan bahwa perkiraan Zelensky sama sekali tidak berdasar dan menyebutnya sebagai ‘tuduhan tidak berdasar’.
Kim Yo-jong menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat harus bertanggung jawab penuh atas pecahnya konflik di Ukraina yang terus berlarut-larut.
Berdasarkan perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang disepakati saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang pada Juni 2024, Korea Utara diperkirakan telah mengerahkan sekitar 14.000 prajurit ke wilayah Kursk, Rusia.
Laporan independen dan penilaian pihak Ukraina juga menyebutkan bahwa Pyongyang telah menyokong Rusia dengan jutaan amunisi artileri dan mortir, rudal balistik, artileri jarak jauh, hingga sistem roket peluncur ganda.
Yo-jong menambahkan bahwa "kebijakan bermusuhan" AS terhadap Korea Utara tidak berubah, meskipun Presiden Donald Trump telah memerintahkan pengurangan signifikan dalam keterlibatan AS pada latihan militer bersama Korea Selatan.
Pejabat senior Korea Utara tersebut menambahkan bahwa walaupun hubungan antara pemimpin kedua negara tidak bermasalah, Washington tetap menggelar latihan militer bersama Seoul yang dinilai mengancam keamanan nasional Pyongyang.
(Razaqa Hariz)