BPBD Kalsel bangun lima pos Karhutla di kawasan bandara internasional. ANTARA/HO-Medcen Kalsel
BPBD Kalsel Dirikan 5 Pos Karhutla di Sekitar Bandara Syamsudin Noor
Whisnu Mardiansyah • 22 July 2026 10:28
Banjarmasin: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun lima pos untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan prioritas di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.
Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan secara keseluruhan pihaknya menyiapkan 14 pos lapangan sebagai upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kawasan sekitar bandara menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Prioritas kedua meliputi wilayah utara Kalsel yang mencakup Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara hingga Tabalong, kata Ronny di Banjarbaru, seperti dilansir Antara, Rabu, 22 Juli 2026,
Ia mengatakan secara keseluruhan terdapat 14 pos lapangan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalsel, mulai dari Tabalong hingga Kotabaru. Khusus untuk kawasan ring satu bandara, BPBD menempatkan lima pos lapangan di lokasi-lokasi strategis.
Baca Juga :
Karhutla Landa 3 Kecamatan di Aceh Barat
Untuk ring satu kami menyiapkan lima pos lapangan, yaitu di Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, kawasan Jalan Gubernur Sarkawi, serta di Alalak, Barito Kuala, tepatnya di sekitar Kampus UMB. Sementara sembilan pos lainnya tersebar di kabupaten dan kota di provinsi ini, katanya.
Menurut Ronny, keberadaan pos lapangan tersebut diharapkan mampu mempercepat waktu respons tim saat menerima laporan kebakaran, sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Harapannya dengan adanya pos lapangan ini, respons tim dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak menyebar dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, katanya.
Ia menambahkan pengoperasian pos lapangan melibatkan berbagai unsur secara terpadu. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla di Kalsel.

Para penumpang pesawat udara saat berada di gedung terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor. (ANTARA/Firman)
Seluruh unsur terlibat dalam pos lapangan ini, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api dan para relawan. Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah, ujar Ronny Eka Saputra.
Dengan dukungan pos lapangan yang tersebar di sejumlah titik strategis serta sinergi berbagai pihak, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas transportasi udara.