3 Tanda Kiamat dalam Islam Menurut Al-Qur'an

Ilustrasi: Murilo Fonseca/Pexels

3 Tanda Kiamat dalam Islam Menurut Al-Qur'an

Riza Aslam Khaeron • 18 July 2026 11:31

Jakarta: Hari kiamat dipahami sebagai hari berakhirnya kehidupan di dunia, dengan waktu terjadinya hanya diketahui oleh Allah. Dalam ajaran Islam, hari kiamat dipercaya sebagai awal kehidupan akhirat.
 
Kepastian mengenai datangnya hari kiamat disebutkan dalam QS. Ghafir ayat 59:



Artinya: "Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang. Tidak ada keraguan tentangnya, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."

Dalam syariat Islam, kiamat dibagi menjadi kiamat sugra (kiamat kecil) serta kiamat kubra (kiamat besar).

Kiamat sugra merupakan kematian manusia secara individu maupun kelompok, sedangkan kiamat kubra adalah kehancuran besar yang menandai berakhirnya seluruh kehidupan di dunia. Pada hari tersebut, bumi akan diguncang, laut meluap, dan benda langit berjatuhan. Peristiwa ini dijelaskan dalam QS. Al-Waqi'ah ayat 4–6:



Idza rujjatil ardu rajja. Wabussatil jibalu bassa. Fakanat haba’an munbatstsa.

Artinya: "Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancur-luluhkan seluluh-luluhnya. Maka jadilah ia debu yang beterbangan." (QS. Al-Waqi’ah: 4–6)
 
Baca Juga:
Jangan Keliru, Ini 8 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mandi Junub
 

Tanda-Tanda Akan Terjadinya Kiamat

Secara umum, Al-Qur'an tidak merinci tanda-tanda sebelum terjadinya kiamat secara detail. Namun, kitab suci tersebut memberikan gambaran umum mengenai fenomena akhir zaman. Berikut tanda-tanda terjadinya kiamat menurut Al-Qur'an:

1. Bulan Terbelah Menjadi Dua

Al-Qur'an menyebutkan bahwa terbelahnya bulan menjadi dua merupakan salah satu tanda terjadinya kiamat, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qamar ayat 1:


Artinya: "Saat (hari kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah." (QS. Al-Qamar: 1).

Peristiwa ini sudah terjadi di masa awal kenabian Nabi Muhammad SAW.

2. Terjadi Kekacauan Besar

Al-Qur'an menggambarkan tanda-tanda kiamat dengan kekacauan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk guncangan bumi, meletusnya gunung, terbelahnya langit, serta jatuhnya bintang-bintang. Dalam QS. Al-A'raf ayat 187, Allah menegaskan tidak ada makhluk yang mampu menghadapi kekacauan tersebut.



Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba'." (QS. Al-A’raf: 187).

3. Manusia Terpecah-belah

Al-Qur'an menegaskan salah satu tanda kiamat adalah terpecahnya manusia menjadi beberapa kelompok, sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 14:


Artinya: "Pada hari (ketika) terjadi kiamat, pada hari itu, manusia terpecah-pecah (dalam kelompok)." (QS. Ar-Rum: 14).

Dilansir dari laman resmi NU Online, Syekh Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili menyebutkan bahwa pengelompokan ini dilakukan sesuai dengan agama yang dianut.



Artinya: "Pada hari (ketika) terjadi kiamat, pada hari itu, manusia terpecah-belah, maksudnya ketika kiamat akan terjadi, manusia akan terpecah-belah menjadi beberapa kelompok, yang tidak akan lagi berkumpul sesudahnya." (Wahbah az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir fil Aqidah was Syari’ah wal Manhaj, [Damaskus, Darul Fikr Al-Mu'ashir: 1418], jilid XXI, halaman 59).

(Khairunissa Auliya)

(Riza Aslam Khaeron)