Ilustrasi. Foto: MI/Novi Adavid.
Produksi Beras Mei-Juli 2026 Diproyeksi Capai 7,92 Juta Ton
Husen Miftahudin • 2 June 2026 20:35
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan potensi produksi beras nasional pada periode Mei hingga Juli 2026 mencapai 7,92 juta ton. Potensi produksi beras tersebut berasal dari proyeksi produksi padi yang diperkirakan mencapai 13,75 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Mei-Juli 2026.
"Oleh karena itu potensi produksi beras untuk Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan potensi luas panen padi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibandingkan Mei-Juli 2025. Selain itu, BPS mencatat produksi padi nasional selama Januari-April 2026 mencapai 24,36 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, produksi beras nasional pada Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton atau naik 0,12 persen secara tahunan. Pada April 2026, realisasi luas panen padi tercatat sebesar 1,40 juta hektare atau turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta hektare.
| Baca juga: Kenaikan Harga Pangan Jadi Pendorong Utama Inflasi Mei 2026 |

(Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini. Foto: Tangkapan layar YouTube BPS)
Luas panen jagung meningkat 4,9%
Selain padi, BPS juga mencatat perkembangan positif pada komoditas jagung. Luas panen jagung pada April 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau meningkat 4,90 persen dibandingkan April tahun lalu.
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada April 2026 tercatat sebesar 1,38 juta ton atau naik 8,15 persen secara tahunan. Secara kumulatif, produksi jagung selama Januari-April 2026 mencapai 6,02 juta ton, naik tipis 0,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, potensi luas panen jagung diperkirakan mencapai 0,65 juta hektare atau turun 4,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan produksi JPK KA 14 persen diproyeksikan turun 7,02 persen menjadi 3,74 juta ton.
Selain itu, BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (IT) sebesar 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayarkan petani (IB) yang sebesar 0,53 persen.