Pemkot Bandung Tunda Pemotongan Kabel Udara di Asia Afrika

Ilustrasi-Suasana di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Roni/2025)

Pemkot Bandung Tunda Pemotongan Kabel Udara di Asia Afrika

Roni Kurniawan • 2 June 2026 14:27

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunda pemotongan kabel udara di kawasan Jalan Asia Afrika, meski program penataan kabel terus berjalan. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap layanan publik yang bergantung pada jaringan internet.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, penertiban kabel udara harus dilakukan secara terukur. Menurutnya, pemotongan kabel baru dapat dilakukan setelah seluruh sistem cadangan (backup) jaringan siap beroperasi.

"Pemotongan kabel ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, tidak akan menyebabkan blackout. Kalau backup jaringannya sudah siap, baru kita potong," kata Farhan saat meninjau penataan kabel di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa, 2 Juni 2026.

Farhan menjelaskan, berbeda dengan kawasan Jalan Merdeka yang telah memiliki dukungan jaringan cadangan memadai, kondisi di kawasan Asia Afrika masih memerlukan penyesuaian dari sejumlah operator telekomunikasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni K)

Pemkot Bandung tetap berkomitmen menata kabel-kabel udara yang dinilai mengganggu estetika kota dan tidak sesuai ketentuan. Namun, upaya tersebut tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan hingga dini hari, masih terdapat sejumlah operator yang belum menyelesaikan proses migrasi jaringan ke sistem kabel bawah tanah. Dari total 39 jaringan yang menjadi target penertiban, baru 13 jaringan yang dinyatakan siap untuk dilakukan pemotongan.

Sementara sisanya masih membutuhkan waktu untuk memastikan sistem cadangan berfungsi optimal. Karena itu, Farhan meminta operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) segera menyampaikan kepastian jadwal kesiapan jaringan mereka.

"Kalau pemerintah siap menertibkan. Yang sekarang kita kejar adalah kapan mereka siap. Jangan sampai kita potong ternyata layanan publik terganggu," ujar Farhan.

Farhan mengaku sempat berkeinginan mempercepat proses penertiban. Namun, laporan teknis yang diterimanya menunjukkan sejumlah jaringan cadangan belum siap digunakan secara penuh.

"Saya tadinya mau main potong saja. Tapi setelah dicek, backup-nya belum 100 persen. Kalau koneksi internet terganggu sekarang dampaknya bisa luas," kata Farhan.

Menurut Farhan, keberlangsungan layanan digital menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Selain layanan perbankan, berbagai layanan pemerintahan hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga sangat bergantung pada stabilitas koneksi internet.

Farhan memastikan, program penataan kabel udara tetap berjalan di lokasi yang telah memenuhi persyaratan teknis. Pemotongan akan dilakukan setelah sistem cadangan dipastikan aktif sehingga tidak menimbulkan gangguan layanan.

"Hal yang paling penting itu backup-nya dulu. Kalau sudah aman, langsung potong dan layanan tetap berjalan. Tidak boleh ada jeda," ungkap Farhan.

(Lukman Diah Sari)