IGCN Annual Members Gathering 2026 Hadirkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperluas Dampak Pembangunan Berkelanjutan

IGCN Annual Members Gathering 2026. (Dok. Istimewa)

IGCN Annual Members Gathering 2026 Hadirkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperluas Dampak Pembangunan Berkelanjutan

Duta Erlangga • 5 June 2026 12:11

Jakarta: UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) menyelenggarakan IGCN Annual Members Gathering 2026 di Ballroom Yustinus, Gedung Yustinus, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact”, kegiatan ini mempertemukan anggota IGCN, pemimpin perusahaan, praktisi keberlanjutan, inovator muda, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.

Di tengah meningkatnya urgensi untuk mempercepat pencapaian SDGs, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui implementasi Sepuluh Prinsip UN Global Compact yang mencakup Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, dan Anti-Korupsi, perusahaan didorong untuk menyelaraskan strategi dan operasional bisnis dengan nilai-nilai universal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sebagai jaringan lokal resmi UN Global Compact di Indonesia, IGCN terus memperkuat perannya dalam mendukung perusahaan anggota untuk tidak hanya mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, tetapi juga mendorong inovasi yang mampu mengubah komitmen menjadi solusi nyata dan berdampak luas.

Presiden IGCN, Y.W. Junardy, menegaskan bahwa keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas.

"Keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas. Melalui Annual Members Gathering 2026, kami ingin menunjukkan bahwa dampak yang lebih besar dapat dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri," ujar Junardy.

Dalam kesempatan ini, IGCN juga menyampaikan arah strategis organisasi untuk tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu member-centric value creation, platform-based collective action, institutional credibility and governance, serta digital tools innovation. Keempat pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat.

Presiden IGCN, Y. W. Junardy, mengatakan IGCN Annual Members Gathering 2026 menjadi momentum untuk mendorong implementasi prinsip keberlanjutan menjadi aksi nyata melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui IGCN Annual Members Gathering 2026, kita bisa mendorong transformasi dari prinsip menuju praktik nyata serta memperluas implementasi keberlanjutan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan,” ujar Junardy.

Ia menambahkan, tingkat kepuasan anggota terhadap IGCN mencapai 81,5 persen, yang menunjukkan kepercayaan dan dukungan kuat terhadap berbagai program yang dijalankan.

UN Resident Coordinator di Indonesia, Gita Sabharwal, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi faktor penting yang memengaruhi daya saing investasi dan penciptaan nilai jangka panjang perusahaan.

“Keberlanjutan tidak lagi sekadar aspek kepatuhan, melainkan elemen strategis yang memengaruhi keputusan investasi, penciptaan nilai jangka panjang, serta tata kelola perusahaan,” ujar Gita.

Menurutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama IGCN terus mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik bisnis dan rantai pasok.
 

Baca Juga:

Bappenas Siapkan Arah Pembangunan Indonesia Pasca-2030, Ini Detailnya


Rektor Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya sekaligus Board of Advisor IGCN, Yuda Turana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan keberlanjutan.

“Kami meyakini tantangan keberlanjutan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Melalui kerja sama tersebut, gagasan dapat diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan generasi mendatang,” ujar Yuda.

Ia menambahkan, tema Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact yang diusung dalam kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Atma Jaya untuk mendorong inovasi dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Secretary General & Acting Executive Director IGCN, Andi P. Rahim, mengatakan capaian IGCN sepanjang 2025 tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan para anggotanya.

“Pencapaian IGCN sepanjang tahun 2025 tidak berjalan dengan sendirinya, melainkan berkat dukungan para anggota yang telah memberikan kepercayaan kepada kami,” ujar Andi.

Ia menegaskan IGCN akan terus memperkuat agenda keberlanjutan melalui kolaborasi dan implementasi berbagai program di lintas sektor guna mendorong dampak yang lebih luas.

IGCN Board of Supervisor, Agustinus Prasetyantoko, mengapresiasi tingginya partisipasi anggota dalam IGCN Annual Members Gathering 2026.

Saya sangat mengapresiasi antusiasme para anggota dalam acara IGCN Annual Members Gathering 2026 dan berharap agar kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di masa mendatang,” ujar Agustinus.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026 Cohort, sebuah program global UN Global Compact yang bertujuan membekali profesional muda dengan keterampilan dan pendekatan inovatif untuk mengembangkan solusi terhadap tantangan keberlanjutan di perusahaan.

Terdapat 18 perusahaan yang melakukan showcase dan booth inovasi, yaitu PT APP Purinusa Ekapersada, PT Bakrie Renewable Chemicals, PT Bank Jago Tbk, PT Bisa Ruang Nuswantara, PT Energy Management Indonesia, PT Freeport Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Patra Niaga, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Rajawali Corpora, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT TBS Energi Utama Tbk, PT Tripatra Engineers & Constructors, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Melalui area showcase dan booth inovasi, para peserta berkesempatan melihat berbagai gagasan dan solusi yang dikembangkan oleh peserta SDGI dalam menjawab tantangan nyata terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kehadiran para inovator muda tersebut mencerminkan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia sebagai penggerak transformasi berkelanjutan di masa depan.


Selain menjadi ajang refleksi atas capaian bersama anggota IGCN sepanjang tahun, Annual Members Gathering 2026 juga menjadi platform kolaborasi bagi para anggota dan mitra strategis untuk memperkuat inovasi internal, memperluas dampak keberlanjutan, serta mempercepat kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, IGCN berharap dapat terus memperkuat komunitas bisnis yang bertanggung jawab, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, dan mendorong terciptanya solusi inovatif yang mampu menghasilkan dampak positif yang terukur dan berkelanjutan bagi Indonesia.

(Rosa Anggreati)