Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
Hujan Lebat Masih Berpotensi Guyur Jawa Tengah hingga Akhir Mei
Lukman Diah Sari • 23 May 2026 14:38
Purwokerto: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga akhir Mei 2026, meskipun beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per hari masih tercatat di sejumlah pos pengamatan curah hujan di Banyumas pada 21-22 Mei 2026.
“Pada 21 Mei 2026 hujan lebat tercatat di Pos Klapagading sebesar 58 milimeter dan Balai Desa Sumbang sebesar 56 milimeter, sedangkan wilayah lainnya mengalami hujan ringan hingga sedang,” kata Teguh, di Cilacap, Sabtu, 23 Mei 2026, melansir Antara.

Peta informasi peringatan dini curah hujan tinggi di wilayah Jawa Tengah pada dasarian ketiga bulan Mei 2026. ANTARA/HO-BMKG
Menurut dia, hujan kembali terjadi pada Sabtu, 22 Mei 2026, sejak sore hingga malam dan disertai kilat maupun petir di sejumlah wilayah Banyumas. Ia mengatakan curah hujan tertinggi pada 22 Mei tercatat di Pos Hujan Banyumas 2 yang berada di Purwokerto dengan intensitas mencapai 45 milimeter, sementara daerah lain mengalami hujan ringan hingga sedang.
“Hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir tersebut dipicu faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Banyumas,” jelas dia.
Selain itu, kata dia, BMKG juga memantau adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di pesisir selatan Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan.
“Adanya aktivitas Rossby Ekuatorial tersebut dapat memengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah selatan Jawa, termasuk Banyumas dan sekitarnya,” ungkap Teguh.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG periode 24-26 Mei 2026, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan, antara lain Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Semarang, dan Kota Surakarta.
Baca Juga :
10 Desa di Cirebon Terendam Banjir Luapan Sungai
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Wonosobo seperti Kertek, Mojotengah, Garung, dan Kejajar, lalu Kabupaten Magelang seperti Sawangan, Pakis, dan Ngablak, serta Kabupaten Temanggung seperti Bulu, Temanggung, Pringsurat, Kaloran, Ngadirejo, Kranggan, dan Kledung.
Selain itu hujan lebat juga berpotensi terjadi di wilayah Brebes bagian selatan seperti Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, dan Tonjong, serta Kabupaten Cilacap bagian barat meliputi Karangpucung, Cimanggu, dan Majenang.
Menurut dia, meskipun sebagian wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari. BMKG sebelumnya mencatat sejumlah zona musim di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau, antara lain sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pekalongan, Wonogiri, Jepara, Rembang, Blora, Pati, Grobogan, dan sebagian wilayah Cilacap bagian timur.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan terutama di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor,” pesan Teguh.