Netanyahu Klaim Trump Sepakat untuk Bongkar Fasilitas Nuklir Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu saat bersama Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Netanyahu Klaim Trump Sepakat untuk Bongkar Fasilitas Nuklir Iran

Muhammad Reyhansyah • 25 May 2026 11:05

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa dirinya dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah sepakat bahwa setiap kesepakatan akhir dengan Iran harus menghilangkan ancaman nuklir dari Teheran.

Dalam unggahan di Telegram pada Minggu, 24 Mei 2026, Netanyahu mengatakan hal itu mengharuskan dilakukannya pembongkaran fasilitas pengayaan nuklir Iran serta pemindahan material nuklir yang telah diperkaya.

Seorang sumber Israel mengatakan Netanyahu juga menyampaikan kepada Trump bahwa Israel harus tetap memiliki kebebasan bertindak terhadap ancaman di Lebanon dalam percakapan telepon pada Sabtu terkait potensi kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Menurut sumber tersebut, Washington terus memberikan informasi terbaru kepada Tel Aviv mengenai jalannya negosiasi dengan Teheran.

"Presiden Trump menegaskan bahwa dia akan tetap teguh dalam negosiasi terkait tuntutan konsistennya mengenai pembongkaran program nuklir Iran dan penghapusan seluruh uranium yang diperkaya dari wilayahnya," kata sumber itu, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 25 Mei 2026.

Sumber tersebut menambahkan Trump tidak akan menandatangani kesepakatan akhir tanpa syarat-syarat tersebut dipenuhi.

Trump sebelumnya mengatakan Washington dan Teheran sebagian besar telah menegosiasikan memorandum of understanding untuk kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz.

Jalur pelayaran vital itu secara efektif ditutup sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada Februari lalu.

Serangan Israel di Lebanon Berlanjut

Pada Minggu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang, termasuk seorang paramedis dari Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hizbullah, tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan Lebanon.

Serangan tersebut juga melukai enam petugas penyelamat lainnya.

Kementerian menyebut serangan berturut-turut Israel di Kota Arab Salim, Distrik Nabatieh, menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya, termasuk paramedis dari Komite Kesehatan Islam dan anggota asosiasi Risala.

Asosiasi penyelamat Risala Scouts diketahui berafiliasi dengan gerakan Amal yang menjadi sekutu Hizbullah.

Tokoh politik Israel Benny Gantz mengatakan menerima gencatan senjata di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesalahan strategis bagi Israel.

Israel sendiri masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon untuk melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Baca juga:  Netanyahu Mengaku Kehilangan Ruang Manuver untuk Pengaruhi Trump soal Iran

(Willy Haryono)