Ilustrasi Wudu, foto: Kemenag
5 Kesalahan Umum saat Wudu yang Harus Diperhatikan
Riza Aslam Khaeron • 29 December 2025 16:11
Jakarta: Wudu bukan sekadar membasuh anggota badan sebelum salat. Selain memenuhi rukun atau fardu wudu, umat Islam dianjurkan menyempurnakannya dengan beberapa amalan sunah. Sayangnya, ada sejumlah hal yang sering terlewat karena dianggap sepele.
Padahal, jika dilakukan, sunah-sunah ini dapat menyempurnakan wudu dan menjaga kebersihan anggota wudu secara lebih optimal.
Melansir NU Online, berikut ini lima kesalahan umum saat wudu.
1) Lupa Membaca Basmalah Sebelum Wudu
Salah satu kelalaian yang cukup sering terjadi adalah tidak membaca basmalah sebelum memulai wudu. Dalam penjelasan fikih, membaca basmalah sebelum wudu termasuk sunah muakkad. Bahkan, terdapat pendapat Imam Ahmad yang menyatakan membaca basmalah ketika wudu hukumnya wajib.
Jika seseorang lupa membaca basmalah, ia dianjurkan menyusulnya ketika ingat. Meski lupa basmalah tidak membatalkan wudu, meninggalkannya dipandang mengurangi kesempurnaan wudu.
2) Tidak Membasuh Telapak Tangan di Awal
Kesalahan lain adalah langsung mengambil air wudu tanpa membasuh kedua telapak tangan terlebih dahulu. Padahal, telapak tangan adalah "alat" utama untuk memindahkan air ke anggota wudu lainnya, sehingga kebersihannya lebih dulu diutamakan.
Anjuran ini lebih ditekankan ketika baru bangun tidur. Rasulullah saw. menganjurkan membasuh tangan sebelum memasukkannya ke tempat air, karena seseorang tidak mengetahui ke mana tangannya bergerak selama tidur.
3) Kurang Bersungguh-sungguh saat Berkumur dan Istinsyaq
Sebagian orang melewatkan atau melakukan seadanya madmadah (berkumur) dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) sebelum membasuh wajah. Dalam tuntunan sunah, keduanya dilakukan sebelum membasuh wajah.
Yang dimaksud "bersungguh-sungguh" di sini adalah mengedarkan air ke seluruh rongga mulut saat berkumur dan menghirup air hingga pangkal hidung saat istinsyaq—dengan catatan dilakukan ketika tidak sedang berpuasa. Saat berpuasa, dianjurkan tetap melakukan madmadah dan istinsyaq, tetapi tidak berlebihan agar air tidak tertelan.
| Baca Juga: Kumpulan Doa Naik Pesawat agar Perjalanan Aman dan Lancar |
4) Mengabaikan Menyela-nyela Janggut yang Tebal
Bagi yang memiliki janggut tebal, menyela-nyela janggut dengan air termasuk sunah wudu yang sering diabaikan. Tujuannya agar air mencapai bagian dalam janggut, bukan hanya bagian luarnya.
Praktiknya dilakukan dengan menyela janggut menggunakan jari-jari dari arah bawah, sebagaimana dicontohkan dalam riwayat tentang tata cara wudu Rasulullah saw.
5) Tidak Menyela-nyela Jari Tangan dan Kaki
Kesalahan yang juga kerap terjadi adalah tidak menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki. Padahal, sela-sela jari dapat menjadi tempat menumpuk kotoran yang menghalangi air mengenai kulit.
Menyela jari-jari membantu memastikan air wudu merata, sekaligus menjadi upaya menjaga kebersihan agar wudu lebih sempurna.
Lima hal di atas pada dasarnya adalah amalan sunah wudu yang sering diabaikan. Menjalankannya tidak mengubah rukun wudu, tetapi dapat menyempurnakan wudu dan membantu menjaga kebersihan anggota wudu.
Sebagai pengingat, sebagian orang juga kerap tertukar antara sunah dan fardu wudu. Fardu wudu tetap memiliki ketentuan tersendiri—mulai dari niat, membasuh wajah, membasuh tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki hingga mata kaki, dan tertib. Sementara itu, sunah-sunah wudu berperan melengkapi agar wudu dilakukan lebih baik dan lebih sesuai tuntunan.