Jalan Lintas Barat Sumatra Ditutup Sementara Akibat Banjir

Ruas jalan di Kelurahan Rawa Makmur yang terendam banjir sehingga ditutup oleh anggota kepolisian, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Anggi Mayasari

Jalan Lintas Barat Sumatra Ditutup Sementara Akibat Banjir

Silvana Febiari • 3 January 2026 13:08

Kota Bengkulu: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu menutup sementara akses atau ruas jalan lintas barat Sumatra yang berada di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, karena banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis malam, 1 Januari 2026. Genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

"Kami melakukan penutupan jalan yang melintasi Jalan Kalimantan, Kelurahan Rawa Makmur, karena  debit air mengalami peningkatan sehingga sulit dilalui oleh kendaraan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Bangkahulu Kota Bengkulu AKP Muhammad Taslim, dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026. 

Penutupan jalan tersebut juga dilakukan karena banyaknya kendaraan, khususnya roda dua, yang mengalami mati mesin karena nekat menerobos ruas jalan yang terendam banjir. Untuk itu, pihaknya mengalihkan ke Jalan Kuala Bengkulen karena debit air naik sejak Jumat malam, 2 Januari 2026.
 


Selain menutup ruas jalan di Kelurahan Rawa Makmur, puluhan rumah di sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu juga terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi hingga mencapai 50 sentimeter akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sejumlah wilayah yang terendam banjir di Kota Bengkulu antara lain di Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Jaya, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Kebun Beler, di Kecamatan Ratu Agung, serta Kelurahan Penurunan di Kecamatan Ratu Samban, dan Kelurahan Bumiayu di Kecamatan Selebar.


Ruas jalan di Kelurahan Rawa Makmur yang terendam banjir sehingga ditutup oleh anggota kepolisian, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Anggi Mayasari


Salah seorang warga di Kelurahan Rawa Makmur, Adios, menerangkan air tersebut merupakan kiriman dari Kabupaten Bengkulu Tengah yang mengalami pasang air laut penyebab banjir. "Kalau hujan terus terjadi, debit air banjir akan kembali tinggi dan merendam pemukiman warga," ujarnya. 

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 50 kilometer per jam dan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Untuk hari ini masih ada potensi angin kencang sampai dengan 50 km per jam ya atau antara 26 hingga 27 knot," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Intan Rahma.

Selain potensi angin kencang, beberapa hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang. Hujan ini kemungkinan disertai kilat atau petir serta angin kencang yang merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Ketinggian gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano. Sementara di Samudra Hindia bagian barat Bengkulu, gelombang bisa mencapai 2,5 meter.

Untuk itu, Intan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Masyarakat juga diminta tetap tenang, namun sigap dalam mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)