Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Foto: Antara.
Polri Bekali Capaja Akpol Pemahaman Geopolitik untuk Jaga Stabilitas
Anggi Tondi Martaon • 10 July 2026 15:58
Jakarta: Polri membekali 282 calon perwira remaja (capaja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan Ke-58 dengan pemahaman mengenai dinamika geopolitik. Hal itu sebagai upaya menyiapkan perwira yang mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada upacara penutupan pendidikan Akpol di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 10 Juli 2026, para perwira muda diminta memiliki wawasan strategis terhadap perkembangan global. Sehingga, mampu menjalankan tugas kepolisian secara adaptif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
"Dinamika geopolitik saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Konflik AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan China, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah telah berdampak terhadap stabilitas keamanan global, rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, hingga perekonomian dunia," kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membacakan amanat Kapolri dikutip dari Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam amanat tersebut, Kapolri menjelaskan kondisi geopolitik turut mempengaruhi Indonesia. Di antaranya, pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kapolri menyebut ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen, defisit APBN sebesar 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta inflasi yang terjaga di level 3,34 persen.
Dalam pembekalan tersebut, Dedi menegaskan peran Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Di antaranya, pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelayanan kesehatan gratis, hingga pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: MI.
Selain itu, Polri terus memperkuat ketahanan energi melalui penegakan hukum di sektor minyak dan gas, pertambangan, serta ketenagalistrikan, disertai pengamanan objek vital nasional dan distribusi energi.
Upaya tersebut juga dilengkapi perlindungan hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri. Lalu, ada juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
"Seluruh upaya tersebut merupakan wujud dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, memperluas akses infrastruktur, serta mempersiapkan generasi muda yang unggul," sebut Dedi membacakan amanat Kapolri.
Melalui pembekalan itu, Polri berharap 282 lulusan Akpol Angkatan ke-58 tidak hanya memiliki kompetensi teknis sebagai insan Bhayangkara. Mereka juga diharapkan memahami tantangan strategis bangsa sehingga mampu menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap mengawal kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik global.