Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pengangguran dan Terjerat Pinjol

Kepolisian mengamankan peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jaksel, yaitu MY, 34, di rumahnya, Jakarta. Foto: Antara.

Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pengangguran dan Terjerat Pinjol

Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 17:07

Jakarta: Tersangka teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, MY, diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap (pengangguran). Pria berusia 34 tahun itu terlilit utang dari pinjaman online (pinjol), koperasi, hingga bank keliling.

Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Anton Sianipar, menyampaikan kondisi tersebut membuat pelaku kerap didatangi penagih utang. Pelaku bahkan pernah melaporkan kondisinya yang didatangi penagih utang melalu JAKI. 

"Nah, sebenarnya setelah kejadian ini kita telusuri ternyata yang melakukan laporan JAKI terkait pinjol ya dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol, gitu," kata Anton dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.

Anton mengatakan tidak tahu pasti total jeratan pinjol yang harus dibayar MY. Namun, warga merasa resah lantaran banyaknya penagih hutang (debt collector) yang mendatangi lingkungan sekitar rumah.

Anton juga merasa khawatir lingkungannya menjadi terganggu karena sering didatangi penagih hutang. Sebab, pelaku juga memiliki banyak utang dari koperasi dan bank keliling.

"Saya sebagai RT kan mengawasi setiap keseharian warga saya, gitu. Yang saya tahu sih ya dia ada masalah dari sisi keuangan, gitu," ungkap Anton.

Ilustrasi penangkapan. Foto: Medcom.id.

Selain itu, Anton menjelaskan MY ikut membantu orang tuanya bekerja sebagai tukang jasa servis AC. "Kadang-kadang ikut orang tuanya untuk ikut bantu-bantu servis AC, cuci AC," sebut Anton.

Polisi menetapkan MY sebagai tersangka dalam kasus teror bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, pada Senin, 13 Juli 2026. Pelaku MY dijerat Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.

Dari hasil penyidikan sementara MY melakukan aksinya karena iseng. Namun hal tersebut masih didalami lebih lanjut.

Selain itu, MY pernah mengirimkan pesan ancaman serupa ke ketua RT di lingkungannya. Namun, saat itu Ketua RT langsung mengajak MY untuk berkomunikasi.

(Anggi Tondi)