Singapura Sebut Korea Utara Belum Mau Berdialog dengan Korsel dan AS

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. (Anadolu Agency)

Singapura Sebut Korea Utara Belum Mau Berdialog dengan Korsel dan AS

Dimas Chairullah • 30 May 2026 08:31

Singapura: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyatakan Korea Utara saat ini belum memiliki minat untuk membuka hubungan atau jalur komunikasi signifikan dengan Amerika Serikat maupun Korea Selatan.

Mengutip Asia One, Jumat, 29 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan Balakrishnan usai melakukan kunjungan ke Korea Utara pada 26 Mei dan Korea Selatan sehari setelahnya.

Menurut Balakrishnan, Pyongyang saat ini lebih fokus membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat kemampuan pencegahan militernya.

“Yang jelas adalah mereka sekarang memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Rusia. Tiongkok juga tetap sangat diperlukan bagi mereka,” ujar Balakrishnan.

“Tetapi, mereka belum siap untuk membuka saluran komunikasi yang signifikan dengan AS, atau dengan Korea Selatan dan Jepang saat ini,” lanjutnya.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan harapan Washington dan Seoul yang sebelumnya beberapa kali menyatakan minat untuk menggelar pembicaraan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Hubungan Korea Utara dan Rusia sendiri diketahui semakin erat dalam beberapa waktu terakhir, termasuk melalui pengiriman ribuan tentara Korea Utara untuk membantu operasi militer Moskow di wilayah Kursk.

Sementara itu, Tiongkok juga terus memperkuat hubungan dengan Pyongyang dengan kembali membuka layanan kereta penumpang dan penerbangan antara kedua negara.

Tolak Reunifikasi

Dalam kunjungannya ke Pyongyang, Balakrishnan juga menyoroti perubahan sikap Korea Utara terhadap isu reunifikasi dengan Korea Selatan.

Menurutnya, Pyongyang kini secara terbuka menolak gagasan reunifikasi dan telah merevisi konstitusi untuk memperlakukan Korea Selatan sebagai entitas terpisah.

Korea Utara juga menghapus berbagai referensi mengenai reunifikasi dari dokumen resminya.

Meski tetap tertutup dari dunia luar, Balakrishnan mengatakan perkembangan Pyongyang cukup mengejutkan. Ia menilai ibu kota Korea Utara tersebut kini berkembang pesat dan setara dengan sejumlah kota modern di Asia Tenggara maupun Asia Timur Laut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho-hyun mengakui belum ada indikasi kuat bahwa Korea Utara akan segera kembali ke meja perundingan.

Meski demikian, Cho meyakini Pyongyang pada akhirnya akan kembali berdialog dengan Amerika Serikat apabila terdapat kesepakatan yang dianggap menguntungkan.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga meminta Singapura dan negara-negara ASEAN membantu membuka kembali jalur komunikasi dengan Korea Utara.

Balakrishnan mengatakan dirinya telah mengundang Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui untuk menghadiri Forum Regional ASEAN sebagai bagian dari upaya menjaga keterlibatan diplomatik dengan Pyongyang.

Baca juga:  Korea Utara Buka Peluang Pertemuan Kim dan Trump dengan Syarat

(Willy Haryono)