Ilustrasi Pexels
Dapat Daging Kerbau saat Iduladha? Simak Fakta Tiap Daging Kurban
Muhamad Marup • 26 May 2026 23:09
Jakarta: Kerbau bisa menjadi salah satu opsi kurban. Meski demikian, dibanding hewan kurban lain, kerbau jadi yang lebih sedikit dipilih sebagai hewan kurban.
Banyak orang menganggap daging kerbau lebih keras dan sulit diolah. Padahal, sama seperti hewan kurban lain, daging kerbau juga memiliki kandungan protein yang baik.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Irma Isnafia Arief menjelaskan, daging kerbau sebenarnya dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat apabila menggunakan teknik yang tepat.
"Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap," ujar Irma, mengutip laman resmi IPB University, Selasa, 26 Mei 2026.
"Jika tahu cara mengolahnya, daging kerbau bisa jadi alternatif sumber protein hewani yang lezat, sehat, dan ekonomis," tuturnya.
Pengolahan daging kerbau
Irma menyebut, salah satu langkah penting adalah memotong daging melintang serat. Menurutnya, teknik ini membantu proses pemasakan dan membuat tekstur daging lebih lembut saat dikonsumsi.Ia menambahkan, pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas untuk membantu melunakkan daging. Perendaman menggunakan bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis dapat membantu mengurangi aroma khas daging kerbau.
"Sekaligus meningkatkan cita rasa," tambahnya.
Irma menilai masih banyak masyarakat yang keliru saat memasak daging kerbau, misalnya menggunakan api besar yang dapat membuat daging cepat kering dan keras. Menurutnya, metode memasak perlahan (slow cooking) menggunakan api kecil atau panci presto.
"Teknik sederhana seperti memukul daging sebelum dimasak juga dinilai efektif membantu memperbaiki tekstur daging," ucapnya.
Perbedaan tiap daging kurban
Ilustrasi Pexels
Sementara itu, Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Henny Nuraini, mengungkap perbedaan tiap daging kurban. Berikut penjelasannya.Warna
Daging sapi umumnya berwarna merah cerah, sementara kerbau cenderung lebih gelap. Daging domba memiliki warna merah terang hingga merah bata, sedangkan kambing berwarna merah muda dan tidak secerah sapi.Untuk memastikan kesegaran, sayat daging dan lihat perubahan warnanya. Jika kembali merah segar setelah terkena udara, daging biasanya masih dalam kondisi baik.
Tekstur
Tekstur berkaitan dengan tingkat keempukan dan kekenyalan saat dikonsumsi. Daging sapi memiliki serat sedang dan tidak terlalu kaku, sedangkan kerbau cenderung lebih kasar dan padat, terutama pada hewan yang lebih tua.Sementara itu, daging kambing dan domba memiliki serat lebih kecil dan halus sehingga cenderung lebih empuk. Namun, faktor umur tetap berpengaruh terhadap tingkat keempukan.
Aroma
Aroma juga menjadi pembeda utama. Daging segar seharusnya tidak berbau menyengat. Bau anyir atau tengik bisa menjadi tanda kerusakan akibat mikroorganisme.Daging sapi memiliki aroma yang relatif lembut, sedangkan kerbau lebih tajam. Daging kambing, terutama jantan dan berusia tua, memiliki bau prengus yang lebih kuat, sementara domba cenderung lebih ringan.
"Sebagai sumber protein hewani, daging memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga mudah rusak jika tidak ditangani dengan benar," pesan Henny.