Banyak Layanan Gratis, 21 Daerah 3T Gelar Hari Lansia Nasional 2026

Logo HLUN ke-30. Foto: Kemensos

Banyak Layanan Gratis, 21 Daerah 3T Gelar Hari Lansia Nasional 2026

Muhamad Marup • 28 May 2026 13:25

Jakarta: Sebanyak 21 daerah di wilayah tertinggal, terdepan terluar (3T) akan menyelengagrakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. HLUN digelar tiap tanggal 29 Mei dan tahun ini merupakan peringatan ke-30.

"Kegiatan diprioritaskan di wilayah dengan jumlah lansia miskin tinggi, daerah 3T, serta kawasan urban rentan dengan banyak lansia hidup sendiri," ujar Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.

Gus Ipul menerangkan, puncak peringatan HLUN 2026 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur juga mengedepankan prinsip sederhana dan berdampak langsung bagi masyarakat, tanpa berfokus pada seremoni besar. HLUN 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi keagamaan.

Adapun 21 daerah 3T yang menyelenggarakan HLUN 2026 sebagai berikut:
  1. Kabupaten Alor
  2. Kabupaten Belu
  3. Kabupaten Ende
  4. Kabupaten Flores Timur
  5. Kabupaten Kupang
  6. Kabupaten Lembata
  7. Kabupaten Malaka
  8. Kabupaten Manggarai
  9. Kabupaten Manggarai Barat
  10. Kabupaten Manggarai Timur
  11. Kabupaten Ngada
  12. Kabupaten Rote Ndao
  13. Kabupaten Sabu Raijua
  14. Kabupaten Sikka
  15. Kabupaten Sumba Barat
  16. Kabupaten Sumba Barat Daya
  17. Kabupaten Sumba Tengah
  18. Kabupaten Sumba Timur
  19. Kabupaten Timor Tengah Selatan
  20. Kabupaten Timor Tengah Utara
  21. Kota Kupang

Layanan bukan beban

Gus Ipul menegaskan lansia bukan beban pembangunan. Lansia harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. 

Ia mengatakan, pemerintah menghadirkan sejumlah layanan gratis dalam rangkaian acara peringatan HLUN ke-30. Layanan-layanan ini sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi negara serta momentum untuk menghargai semangat, pengabdian, dan kontribusi para lansia dalam perjuangan kemerdekaan, pembangunan, hingga kemajuan bangsa.

"Lansia bukan beban pembangunan, tetapi bagian penting dari masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan," jelasnya.

Sejarah, Tema, dan Logo

Sejarah

HLUN berakar dari peran Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat yang memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei 1945. Ia merupakan anggota tertua BPUPKI saat itu.

Radjiman menggagas pentingnya dasar filosofis negara yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Atas jasa dan keteladanannya, Presiden Soeharto menetapkan Hari Lanjut Usia Nasional pada 29 Mei 1996 di Semarang.

Komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan lansia diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan, pelayanan, dan pemberdayaan lansia agar dapat hidup sejahtera, mandiri, dan bermartabat.

Tema

Tema HLUN 2026 adalah "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh". Tema ini mengajak masyarakat untuk melihat lansia bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pembangunan.

Pengalaman hidup para lansia bisa menjadi guru, tangan mereka masih dapat terus bermanfaat, dan ketulusan doa mereka turut menjaga bangsa. Karena itu, lansia perlu diberi ruang untuk tetap aktif, sehat, mandiri, dan terlibat dalam kehidupan sosial.

Lansia Tangguh 
  • Usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif dan berdaya. Ketangguhan lansia terlihat dari semangat menjalani hidup, kemampuan menyesuaikan diri, serta tetap terhubung dengan lingkungan sekitar. Melalui dukungan dan kepedulian bersama, lansia dapat terus hidup sehat dan mandiri serta memberi makna di tengah masyarakat.

Indonesia Tumbuh 
  • Pertumbuhan bangsa dapat dilihat dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di setiap generasi, termasuk lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan, kesejahteraan, dan hasil pembangunan semakin dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.

Ilustrasi Pexels

Logo Hari Lanjut Usia Nasional

Logo peringatan hari lanjut usia nasional menggunakan logomark “HLUN” yang merupakan singkatan dari Hari Lanjut Usia Nasional yang masing-masing hurufnya dideformasi menjadi bentuk yang menggambarkan beberapa layanan pada acara peringatan HLUN nanti seperti: operasi katarak, bantuan aksesibilitas, serta layanan kesehatan untuk para lansia.

Huruf H dengan Siluet Mata 
  • Siluet mata dengan icon lansia di dalamnya melambangkan operasi katarak untuk para lansia yang menjadi salah satu layanan pada peringatan HLUN.

Huruf L Membentuk Kursi Roda 
  • Huruf L yang dideformasi membentuk kursi roda merepresentasikan layanan alat bantu/aksesibilitas untuk para lansia yang menjadi salah satu layanan pada peringatan HLUN.

Huruf U dengan Icon Tanda Tambah 
  • Huruf U dengan icon tanda tambah merah melambangkan layanan kesehatan untuk para lansia.

Huruf N dengan Siluet Rumah 
  • Siluet rumah pada huruf N melambangkan layanan homecare untuk para lansia.

(Muhamad Marup)