Kembali Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Kembali Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon

Muhammad Reyhansyah • 22 April 2026 20:16

Tyre: Serangan terbaru Israel menewaskan dua orang di Lebanon selatan pada Selasa, 21 April, di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Menurut pernyataan resminya pada Rabu, 22 April 2026, militer Israel menyebut pasukannya melepaskan tembakan di hari Selasa setelah kedua individu tersebut melintasi apa yang disebut sebagai “garis pertahanan depan” di wilayah Saluki, Tyre, Lebanon selatan.

Mengutip kantor berita Anadolu, militer Israel mengklaim bahwa pesawatnya menargetkan dua pria bersenjata yang dinilai sebagai “ancaman langsung” terhadap pasukan mereka.

Sejak melancarkan ofensif pada 2 Maret, Israel disebut telah menyebabkan 2.294 orang tewas, melukai 7.544 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari.

Meski kesepakatan tersebut berlaku, pasukan Israel masih ditempatkan di Lebanon selatan dalam apa yang mereka sebut sebagai “garis pertahanan depan” yang membentang hingga sekitar 10 kilometer dari perbatasan, dari pesisir Mediterania hingga lereng Gunung Hermon, sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh Menteri Pertahanan Israel Katz.

Operasi Militer Israel di Lebanon

Pada Minggu, militer Israel juga merilis peta wilayah tersebut yang mencakup 55 desa yang mereka kuasai. Selain itu, militer Israel melarang warga Lebanon kembali ke desa mereka setelah sebelumnya memerintahkan evakuasi sejak awal ofensif pada 2 Maret.

Media Lebanon melaporkan bahwa sejak Rabu, pasukan Israel telah menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di Lebanon timur, serta menghancurkan rumah dan masjid serta meratakan jalan di sejumlah wilayah di selatan negara itu.

Pada Selasa, Hizbullah melancarkan serangan terhadap posisi artileri Israel di Kfar Giladi, Israel utara, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diberlakukan. Kelompok tersebut menyatakan serangan itu sebagai respons atas pelanggaran berulang oleh Israel.

Sementara itu, Lebanon dan Israel dijadwalkan menggelar putaran kedua pembicaraan damai awal di tingkat duta besar di Washington pada Kamis, sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan mengakhiri konflik.

Baca juga:  Prancis Akan Bantu Lebanon Persiapkan Negosiasi Lanjutan dengan Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)