Polisi Jerman menembak mati terduga pelaku serangan tabrak massal di Berlin yang menewaskan satu orang. (Anadolu Agency)
Polisi Jerman Tembak Mati Terduga Pelaku Serangan Berlin Dekat Parade Pride
Willy Haryono • 27 July 2026 07:06
Berlin: Polisi Jerman menembak mati seorang pria berusia 21 tahun yang diduga menjadi pelaku serangan tabrak massal di dekat perayaan Pride di Berlin.
Sehari sebelumnya, pria tersebut diduga menabrakkan sebuah minivan ke arah kerumunan, menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya.
Serangan terjadi pada Sabtu lalu sekitar pukul 22.00 waktu setempat di kawasan Tiergarten, dekat Gerbang Brandenburg, tidak jauh dari lokasi perayaan Christopher Street Day, salah satu festival tahunan komunitas LGBTQ terbesar di Eropa.
Selain korban akibat tabrakan, sejumlah korban juga mengalami luka akibat senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Polisi Berlin mengatakan tersangka ditemukan pada Minggu sore di sebuah kawasan kebun komunitas di distrik Spandau, Berlin bagian barat.
Menurut keterangan polisi, pria tersebut berlari ke arah petugas sambil membawa senjata tajam sehingga polisi melepaskan tembakan.
"Meski tim pemadam kebakaran Berlin segera melakukan upaya penyelamatan, pria tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar pernyataan Kepolisian Berlin yang dikutip The Korea Times, Senin, 27 Juli 2026.
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt sebelumnya mengatakan tersangka merupakan warga negara Jerman keturunan Lebanon yang lahir pada 2005. Ia disebut telah lama menjadi perhatian aparat karena memiliki riwayat tindak pidana, proses radikalisasi, serta keterkaitan dengan kelompok ekstremis.
Otoritas juga menyatakan tersangka sebelumnya pernah divonis bersalah atas kasus persiapan tindakan kekerasan serius yang membahayakan keamanan negara.
Sumber keamanan yang dikutip Reuters menyebut tersangka baru dibebaskan dari tahanan anak sekitar dua bulan lalu dan termasuk dalam daftar individu yang dianggap berpotensi membahayakan sehingga berada di bawah pengawasan aparat.
Sikap Merz
Menanggapi insiden tersebut, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap aksi teror dan kekerasan."Kami akan mempertahankan kebebasan, keterbukaan, dan semangat liberal masyarakat kami dengan segala kemampuan yang kami miliki," ujar Merz menjelang upacara mengenang para korban di Gereja St. Mary, Berlin.
Ribuan warga menghadiri aksi penghormatan di Gerbang Brandenburg dengan membawa bendera pelangi komunitas LGBTQ. Sejumlah peserta menyalakan lilin, meletakkan bunga, serta membawa poster bertuliskan "Hatred kills" sebagai bentuk solidaritas kepada para korban.
Insiden tersebut kembali memicu seruan dari berbagai kalangan politik agar Jerman memperketat penanganan radikalisme Islam dan memperkuat kebijakan keamanan.
Serangan ini juga terjadi di tengah meningkatnya perdebatan mengenai keamanan dan imigrasi menjelang pemilihan tingkat negara bagian dalam dua bulan mendatang, ketika partai oposisi sayap kanan Alternative for Germany (AfD) menjadikan isu tersebut sebagai salah satu agenda utama kampanyenya.
Baca juga: Mobil Tabrak Kerumunan di Acara Pride Berlin, Satu Orang Tewas Belasan Terluka