Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Antara.
Perputaran Ekonomi di Jakarta Selama Libur Imlek Capai Rp9 Triliun
Anggi Tondi Martaon • 18 February 2026 11:41
Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan perputaran ekonomi di Ibu Kota selama libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Jumlahnya mencapai Rp9 triliun.
"Kegiatan Imlek kemarin, perputaran ekonomi di Jakarta Rp9 triliun," kata Rano dikutip dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.
Politikus PDI Perjuangan itu optimistis perputaran uang di DKI Jakarta meningkat saat Ramadan hingga Idulfitri. Rano menargetkan perputaran ekonomi di Jakarta bisa lebih dari Rp20 triliun.
"Nanti, tanggal 8 Maret akan ada Nyepi, ekonomi Jakarta akan bergerak," ungkap eks Wakil Gubernur Banten itu.
Kemudian, ada pula Lomba Dekorasi Imlek Jakarta untuk memperindah wajah kota serta menghadirkan suasana Imlek di berbagai sudut Jakarta. Lomba tersebut diikuti sekitar 98 gedung dan berlangsung hingga 17 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi Festival Pecinan Jakarta pada 15-17 Februari 2026 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding pada 15-17 Februari 2026 di Blok M Hub, serta Semarak Imlek Nasional yang dimeriahkan dengan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas). Tak hanya itu, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition turut digelar pada 16-17 Februari 2026 di Kota Tua Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga menyelenggarakan Festival Kelenteng Jakarta dengan melibatkan kelenteng-kelenteng di Jakarta untuk menyemarakkan perayaan Imlek. Nantinya, puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok.

Simbol Kuda Api Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Foto: Antara.
Pada Selasa malam, 17 Februari 2026, Pemprov DKI menggelar kegiatan Transisi Ramadhan 1447 Hijriah di Bundaran HI, yang menghadirkan momentum simbolis transisi dari perayaan Tahun Baru Imlek menuju hari pertama Bulan Suci Ramadhan, sebagai representasi harmonisasi keberagaman masyarakat Jakarta.
Acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya Nusantara bernuansa Islami, di antaranya Tari Rantoh Jaroe dari Aceh, Tari Randai dari Sumatera Barat, Rampak Bedug dari Banten, serta Tari Zapin Betawi.
Harmoni budaya semakin semarak dengan penampilan kesenian orisinal Tionghoa berupa barongsai dan liong sebagai representasi semangat Tahun Baru Imlek.
Suasana religius pun hadir melalui penampilan nasyid, marawis, dan hadrah yang merepresentasikan semangat menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan kebersamaan.