Tiga Paramedis Tewas di Lebanon Selatan Akibat Gempuran Serangan Israel

Lebanon terus menerus diserang Israel. Foto: Anadolu

Tiga Paramedis Tewas di Lebanon Selatan Akibat Gempuran Serangan Israel

Fajar Nugraha • 16 April 2026 08:58

Beirut: Otoritas Lebanon mengatakan bahwa serangan udara Israel di wilayah selatan negara tersebut telah menewaskan sedikitnya tiga paramedis.

Di saat yang sama, militer Israel mengumumkan telah menyerang 200 target milik kelompok Hizbullah dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Hizbullah yang didukung Iran mengeklaim telah melancarkan serangan balasan ke wilayah utara Israel dan pasukan infanteri Israel. Aksi saling serang ini tetap terjadi sehari setelah pejabat Lebanon dan Israel sepakat untuk mengadakan negosiasi langsung di Washington, Amerika Serikat (AS).

Meskipun Israel belum kembali menyerang ibu kota Beirut sejak rangkaian serangan besar pada 8 April lalu yang menewaskan lebih dari 350 orang, militer Israel terus menggencarkan serangan mematikan di Lebanon selatan seiring dengan berlanjutnya invasi darat. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengatakan, telah memerintahkan agar seluruh area Lebanon selatan hingga garis Sungai Litani dijadikan zona pemusnahan teroris Hizbullah saat mengunjungi pasukan garis depan pada Rabu.

“Israel menargetkan paramedis di kota Mayfadun sebanyak tiga kali berturut-turut yang menewaskan tiga orang, melukai enam lainnya, serta menyebabkan satu orang hilang,” ujar Kementerian Kesehatan Lebanon, dikutip dari NNA, Kamis 16 April 2026.

“Serangan tersebut menghantam tiga tim paramedis secara bergantian saat mereka berupaya menyelamatkan korban luka dari serangan awal Israel,” sebut pernyataan kementerian.

Pihak kementerian mengecam peristiwa tersebut sebagai kejahatan nyata yang menunjukkan niat Israel untuk menghalangi petugas medis dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka. Sejak dimulainya perang antara Israel dan Hezbollah pada 2 Maret, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sebanyak 91 tenaga kesehatan telah tewas, dengan total korban jiwa secara keseluruhan di Lebanon mencapai lebih dari 2.100 orang.

NNA juga melaporkan serangan terpisah Israel terhadap dua kendaraan di jalan raya pesisir, sekitar 20 kilometer di selatan Beirut. Seorang fotografer AFP di lokasi kejadian melihat sebuah van yang hangus terbakar sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dan petugas penyelamat mengevakuasi sisa jenazah manusia dari reruntuhan kendaraan.

Selain serangan di jalur pesisir, NNA juga melaporkan beberapa serangan udara lainnya di seluruh wilayah Lebanon selatan. Menanggapi situasi ini, Kementerian Luar Negeri Lebanon mengumumkan telah menginstruksikan perwakilannya di PBB untuk mengajukan pengaduan mendesak kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal terkait gelombang serangan pada 8 April lalu.

Sementara itu, juru bicara militer Israel mengatakan, telah mendeteksi sekitar 30 peluncuran roket oleh Hizbullah ke arah Israel sejak Rabu pagi. Anggota parlemen dari Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengeklaim bahwa para pejuang mereka berhasil mencegah tentara Israel menguasai kota strategis Bint Jbeil di Lebanon selatan yang kini telah dikepung oleh militer Israel.

Eskalasi kekerasan pada hari Rabu ini terjadi hanya sehari setelah duta besar Lebanon dan Israel untuk Amerika Serikat mengadakan pembicaraan langsung pertama dalam beberapa dekade di Washington. Meski utusan Lebanon menyerukan gencatan senjata, juru bicara pemerintah Israel menegaskan pada Rabu bahwa belum ada diskusi mengenai gencatan senjata dengan Hizbullah, sementara pihak Hizbullah sendiri menolak keras adanya pembicaraan tersebut.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)